BAB I
Pendahuluan
A. Latar Belakang
Bakteri merupakan salah satu
mikroorganisme yang tersebar dimana-mana. Bakteri, dari kata Latin
bacterium (jamak, bacteria), adalah kelompok terbanyak dari organisme
hidup. Mereka sangatlah kecil (mikroskopik) dan kebanyakan uniselular (bersel tunggal), dengan
struktur sel yang relatif sederhana tanpa nukleus/inti sel,
cytoskeleton, dan organel lain seperti mitokondria
dan kloroplas.
Struktur sel mereka dijelaskan lebih lanjut dalam artikel mengenai prokariota,
karena bakteri merupakan prokariota, untuk membedakan mereka dengan organisme
yang memiliki sel lebih kompleks, disebut eukariota.
Istilah "bakteri" telah diterapkan untuk semua prokariota atau untuk
kelompok besar mereka, tergantung pada gagasan mengenai hubungan mereka.
Bakteri adalah yang paling berkelimpahan dari semua organisme. Mereka tersebar
(berada di mana-mana) di tanah, air,
dan sebagai simbiosis
dari organisme lain. Banyak patogen merupakan bakteri. Kebanyakan dari mereka kecil,
biasanya hanya berukuran 0,5-5 μm, meski ada jenis dapat menjangkau 0,3 mm
dalam diameter (Thiomargarita). Mereka umumnya memiliki dinding sel,
seperti sel tumbuhan
dan jamur, tetapi
dengan komposisi sangat berbeda (peptidoglikan).
Banyak yang bergerak menggunakan flagela, yang berbeda dalam
strukturnya dari flagela kelompok lain.
B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas, dapat diambil suatu rumusan masalah
sebagai berikut :
1. Bagaimana proses pembuatan media biakan umum
untuk mikroorganisme bakteri ?
2. Bagaimana cara menangkap mikroorganisme
bakteri di alam ?
3. Bagaimana cara menumbuhkan hasil tangkapan
bakteri ?
4. Bagaimana cara mengetahui pertumbuhan
koloni bakteri ?
C.
Hipotesis
Bakteri akan tumbuh dan
berkembangbiak dengan cepat pada medium yang terbuat dari bahan makanan.
D. Tujuan
1. Membuat media biakan umum untuk mikroorganisme bakteri.
2.
Menangkap
mikroorganisme bakteri di alam.
3.
Menumbuhkan
hasil tangkapan bakteri.
4.
Mengamati
pertumbuhan koloni bakteri.
E. Alat dan Bahan
1.
Alat
a.
Kompor listrik/kompor gas
b.
Corong : 2
c.
Erlenmeyer : 2
d.
Penyaring Kain kasa secukupnya
e.
Cawan Petri : 2 cawan x 20 kel ; 40 cawan Petri untuk 2
kelas.
f.
Autoclave / dandang sabluk : 1
g.
Panci kecil : 2
h.
Timbangan neraca analitik
i.
Gelas kimia / beker glass ukuran 1000 ml 1
j.
Gelas pengaduk / spatula
2. Bahan
a.
Kentang 250 gr atau ¼ kg
b.
Benang wol 2 gulung
c.
Kain kasa
d.
Air aquades
e.
Gula pasir halus
f. Agar-agar batangan cap AA
F. Prosedur Kerja
1. Menyiapkan alat dan bahan yang dibutuhkan.
2. Mengupas kentang dan mengiris kentang
kupasan kecil-kecil dengan ukuran 1cm2, kemudian menimbang kentang
potongan sebanyak 250 gr atau ¼ kg,
merebus kentang potongan di atas kompor
dengan menmbahkan air sebanyak 1 liter, pada saat
perebusan volume air diusahakan tetap 1 liter.
3. Mengecek kalau kentang sudah masak,
kaldunya diambil dengan cara penyaringan menggunakan glass corong yang ditempeli
kain kasa, selain itu mempersiapkan agar-agar batangan AA untuk dihaluskan
bentuknya (disuwir-suwir) kemudian ditimbang sebanyak 15 gr.
4. Mengumpulkan dan memasukkan hasil saringan
/ filtrat kaldu kentang, dengan menambahkan air sehingga volumenya 1 liter,
kemudian diletakkan diatas kompor untuk dipanaskan.
5.
Memasukkan
potongan agar batangan sebanyak 15 gram, dalam beker glass yang berisi kaldu kentang, aduk
merata, bersamaan juga ditambahkan gula sebanyak 15 gr gula pasir sampai semua
homogen.
6.
Memasukkan
/ menuangkan media yang terbuat kedalam cawan petri masing-masing kelompok,
kemudian dibungkus dengan kertas CD, selanjutnya dilakukan sterilisasi
menggunakan Autoclaf selama 1 jam, kalau menggunakan dandang sabluk 2 jam.
7.
Pendinginan
media, dengan cara diambil dan diletakkan di tempat yang rata, sehingga medium
KGA, yang terbentuk dapat rata permukaannya.
8.
Penangkapan
mikroorganisme di alam sesuai dengan tempat yang telah ditentukan / dipilih.
9.
Inkubasi
selama 24 jam.
10.
Diamati
jumlah macam koloni, jumlah koloni, gambar bentuk koloni.
BAB II
DASAR
TEORI
Mikroorganisme
sangat erat kaitanya dengan kehidupan kita, ada beberapa diantaranya
bermanfaat dan adapula yang merugikan.Salah satu teknik untuk membiakan (Menumbuhkan)
bakteri, yang menjadi padat dan tetap tembus pandang pada
suhu inkubasi. Media
yang baik adalah agar, dapat dilarutkan dalam larutan nutrien dan bilamana menjadi gel akan tetap padat dalam
kisaran temperatur yang luas.
Mikroorganisme terdapat dimana-mana
didalam lingkungan kita merekapun ada pada
tubuh kita dan disekeliling kita. Mereka merupakan
komponen penting dalam ekosistem.
Dihabitat alamiahnya, mereka hidup dalam suatu komunitas yang terdiri dari berbagai jenis
mokroorganisme, bersama spesies-spesies biologi lainnya. Didalam komunitas ini,
satu spesies mikroba dapat mempengaruhi spesies lain dengan berbagai cara-cara
beberapa bersifat menguntungkan beberapa merugikan
( Pelezar,1988).
( Pelezar,1988).
Mikroorganisme
terdapat di mana-mana, oleh karena itu mikroorganisme luar yang tidak
dikehendaki dapat masuk ke dalam biakan murni melalui aliran udara, kontak
tangan yang tercemar, atau melalui tersentuhnya media atau permukaan tabung
bagian dalam oleh benda yang belum disterilkan. Untuk mencegah mikroorganisme
luar yang tidak dikehendaki masuk ke dalam biakan murni, perlu digunakan teknik
aseptik, dimana semua peralatan maupun media pertumbuhan yang akan digunakan
pada teknik ini harus dalam keadaan steril/aseptik. Ada beberapa metode untuk memindahkan
biakan murni dari satu wadah ke wadah yang lain secara aseptik yaitu dengan
metode streak/gores, metode spread/sebar, dan dengan metode pour plate/cawan tuang.
BAKTERI
Bakteri merupakan organisme yang paling banyak jumlahnya dan lebih
tersebar luas dibandingkan mahluk hidup yang lain . Bakteri memiliki ratusan
ribu spesies yang hidup di darat hingga lautan dan pada tempat-tempat yang
ekstrim. Bakteri ada yang menguntungkan tetapi ada pula yang merugikan. Bakteri
memiliki ciri-ciri yang membedakannya dengan mahluk hidup yang lain. Bakteri
adalah organisme uniselluler dan prokariot serta umumnya tidak memiliki
klorofil dan berukuran renik (mikroskopis).
Ciri-ciri
Bakteri
Bakteri memiliki ciri-ciri yang
membedakannnya dengan mahluk hidup lain yaitu:
1.
Organisme multiselluler
2.
Prokariot (tidak memiliki membran inti sel )
3.
Umumnya tidak memiliki klorofil
4.
Memiliki ukuran tubuh yang bervariasi antara 0,12 s/d
ratusan mikron umumnya memiliki ukuran rata-rata 1 s/d 5 mikron.
5.
Memiliki bentuk tubuh yang beraneka ragam
6.
Hidup bebas atau parasit
7.
Yang hidup di lingkungan ekstrim seperti pada mata air
panas,kawah atau gambut dinding selnya tidak mengandung peptidoglikan
8.
Yang hidupnya kosmopolit diberbagai lingkungan dinding
selnya mengandung peptidoglikan
Struktur
Bakteri
Struktur bakteri
terbagi menjadi dua yaitu:
1.
Struktur dasar (dimiliki oleh hampir semua jenis
bakteri)
Meliputi: dinding sel, membran
plasma, sitoplasma, ribosom, DNA, dan granula penyimpanan
2.
Struktur tambahan (dimiliki oleh jenis bakteri
tertentu)
Meliputi kapsul, flagelum, pilus, fimbria,
klorosom, Vakuola gas dan endospora.
Struktur
dasar sel bakteri
Struktur dasar
bakteri :
1.
Dinding sel tersusun dari peptidoglikan yaitu gabungan
protein dan polisakarida (ketebalan peptidoglikan membagi bakteri menjadi
bakteri gram positif bila peptidoglikannya tebal dan bakteri gram negatif bila
peptidoglikannya tipis).
2.
Membran plasma adalah membran yang menyelubungi
sitoplasma tersusun atas lapisan fosfolipid dan protein.
3.
Sitoplasma adalah cairan sel.
4.
Ribosom adalah organel yang tersebar dalam sitoplasma,
tersusun atas protein dan RNA.
5.
Granula penyimpanan, karena bakteri menyimpan cadangan
makanan yang dibutuhkan.
Struktur
tambahan bakteri :
1.
Kapsul atau lapisan lendir adalah lapisan di luar
dinding sel pada jenis bakteri tertentu, bila lapisannya tebal disebut kapsul
dan bila lapisannya tipis disebut lapisan lendir. Kapsul dan lapisan lendir
tersusun atas polisakarida dan air.
2.
Flagelum atau bulu cambuk adalah struktur berbentuk
batang atau spiral yang menonjol dari dinding sel.
3.
Pilus dan fimbria adalah struktur berbentuk seperti
rambut halus yang menonjol dari dinding sel, pilus mirip dengan flagelum tetapi
lebih pendek, kaku dan berdiameter lebih kecil dan tersusun dari protein dan
hanya terdapat pada bakteri gram negatif. Fimbria adalah struktur sejenis pilus
tetapi lebih pendek daripada pilus.
4.
Klorosom adalah struktur yang berada tepat dibawah
membran plasma dan mengandung pigmen klorofil dan pigmen lainnya untuk proses
fotosintesis. Klorosom hanya terdapat pada bakteri yang melakukan fotosintesis.
5.
Vakuola gas terdapat pada bakteri yang hidup di air dan
berfotosintesis.
6.
Endospora adalah bentuk istirahat (laten) dari beberapa
jenis bakteri gram positif dan terbentuk didalam sel bakteri jika kondisi tidak
menguntungkan bagi kehidupan bakteri. Endospora mengandung sedikit sitoplasma,
materi genetik, dan ribosom. Dinding endospora yang tebal tersusun atas protein
dan menyebabkan endospora tahan terhadap kekeringan, radiasi cahaya, suhu
tinggi dan zat kimia. Jika kondisi lingkungan menguntungkan endospora akan
tumbuh menjadi sel bakteri baru.
Bentuk
Bakteri
Bentuk dasar bakteri terdiri atas bentuk bulat (kokus), batang
(basil),dan spiral (spirilia) serta terdapat bentuk antara kokus dan basil yang
disebut kokobasil. Berbagai macam
bentuk bakteri :
1. Bakteri
Kokus :
a.
Monokokus yaitu berupa sel bakteri kokus tunggal
b.
Diplokokus yaitu dua sel bakteri kokus berdempetan
c.
Tetrakokus yaitu empat sel bakteri kokus berdempetan
berbentuk segi empat.
d.
Sarkina yaitu delapan sel bakteri kokus berdempetan
membentuk kubus
e.
Streptokokus yaitu lebih dari empat sel bakteri kokus berdempetan
membentuk rantai.
f.
Stapilokokus yaitu lebih dari empat sel bakteri kokus
berdempetan seperti buah anggur
2. Bakteri
Basil :
a. Monobasil yaitu
berupa sel bakteri basil tunggal
b. Diplobasil
yaitu berupa dua sel bakteri basil berdempetan
c. Streptobasil
yaitu beberapa sel bakteri basil berdempetan membentuk rantai
3. Bakteri
Spirilia :
a. Spiral yaitu
bentuk sel bergelombang
b. Spiroseta
yaitu bentuk sel seperti sekrup
c. Vibrio yaitu
bentuk sel seperti tanda baca koma
Alat Gerak
Bakteri
Alat gerak pada bakteri berupa flagellum atau bulu cambuk adalah struktur
berbentuk batang atau spiral yang menonjol dari dinding sel. Flagellum memungkinkan
bakteri bergerak menuju kondisi lingkungan yang menguntungkan dan menghindar
dari lingkungan yang merugikan bagi kehidupannya.
Flagellum memiliki jumlah yang berbeda-beda pada bakteri dan letak yang
berbeda-beda pula yaitu
1.
Monotrik : bila hanya berjumlah satu
2.
Lofotrik : bila banyak flagellum disatu sisi
3.
Amfitrik : bila banyak flagellum dikedua ujung
4.
Peritrik : bila tersebar diseluruh permukaan sel
bakteri
Faktor-faktor
Yang Mempengaruhi Pertumbuhan Bakteri
Pertumbuhan pada
bakteri mempunyai arti perbanyakan sel dan peningkatan ukuran populasi. Faktor–faktor
yang mempengaruhi pertumbuhan bakteri atau kondisi untuk pertumbuhan optimum
adalah :
1.
Suhu
2.
Derajat keasaman atau Ph
3.
Konsentrasi garam
4.
Sumber nutrisi
5.
Zat-zat sisa metabolism
6.
Zat kimia
Hal tersebut diatas
bervariasi menurut spesies bakterinya.
Cara
Perkembangbiakan bakteri:
Bakteri umumnya melakukan reproduksi atau berkembang biak secara aseksual
(vegetatif = tak kawin) dengan membelah diri. Pembelahan sel pada bakteri
adalah pembelahan biner yaitu setiap sel membelah menjadi dua.Reproduksi
bakteri secara seksual yaitu dengan pertukaran materi genetik dengan bakteri
lainnya. Pertukaran materi genetik disebut rekombinasi genetik atau rekombinasi
DNA. Rekombinasi genetik dapat
dilakukan dengan tiga cara yaitu:
1. Transformasi
adalah pemindahan sedikit materi genetik, bahkan satu gen saja dari satu sel
bakteri ke sel bakteri yang lainnya.
2. Transduksi
adalah pemindahan materi genetik satu sel bakteri ke sel bakteri lainnnya
dengan perantaraan organisme yang lain yaitu bakteriofage (virus bakteri).
3. Konjugasi
adalah pemindahan materi genetik berupa plasmid secara langsung melalui kontak
sel dengan membentuk struktur seperti jembatan diantara dua sel bakteri yang
berdekatan. Umumnya terjadi pada bakteri gram negatif.
Peranan
Bakteri
Dalam kehidupan
manusia bakteri mempunyai peranan yang menguntungkan maupun yang merugikan. Bakteri
yang menguntungkan adalah sebagai berikut :
1.
Pembusukan (penguraian sisa-sisa mahluk hidup contohnya
Escherichia colie).
2.
Pembuatan makanan dan minuman hasil fermentasi
contohnya Acetobacter pada pembuatan asam cuka, Lactobacillus bulgaricus pada
pembuatan yoghurt, Acetobacter xylinum pada pembuatan nata de coco dan
Lactobacillus casei pada pembuatan keju yoghurt.
3.
Berperan dalam siklus nitrogen sebagai bakteri pengikat
nitrogen yaitu Rhizobium leguminosarum yang hidup bersimbiosis dengan akar
tanaman kacang-kacangan dan Azotobacter chlorococcum.
4.
Penyubur tanah contohnya Nitrosococcus dan Nitrosomonas
yang berperan dalam proses nitrifikasi menghasilkan ion nitrat yang dibutuhkan
tanaman.
5.
Penghasil antibiotik contohnya adalah Bacillus polymyxa
(penghasil antibiotik polimiksin B untuk pengobatan infeksi bakteri gram
negatif, Bacillus subtilis penghasil antibioti untuk pengobatan infeksi bakteri
gram positif,Streptomyces griseus penghasil antibiotik streptomisin untuk
pengobatan bakteri gram negatif termasuk bakteri penyebab TBC dan Streptomyces
rimosus penghasil antibiotik terasiklin untuk berbagai bakteri.
6.
Pembuatan zat kimia misalnya aseton dan butanol oleh
Clostridium acetobutylicum
7.
Berperan dalam proses pembusukan sampah dan kotoran
hewan sehinggga menghasilkan energi alternatif metana berupa biogas. Contohnya
methanobacterium
8.
Penelitian rekayasa genetika dalam berbagai
bidang.sebagai contoh dalam bidang kedokteran dihasilkan obat-obatan dan produk
kimia bermanfaat yang disintesis oleh bakteri, misalnya enzim, vitamin dan
hormon.
Bakteri yang
merugikan sebagai berikut :
1.
Pembusukan makanan contohnya Clostridium botulinum
2.
Penyebab penyakit pada manusia contohnya Mycobacterium
tuberculosis ( penyebab penyakit TBC ), Vibrio cholerae ( penyebab kolera atau
muntaber ), Clostridium tetani (penyebab penyakit tetanus ) dan Mycobacterium
leprae (penyebab penyakit lepra )
3.
Penyebab penyakit pada hewan contohnya Bacilluc
antrachis (penyebab penyakit antraks pada sapi )
4.
Penyebab penyakit pada tanaman budidaya contohnya
Pseudomonas solanacearum (penyebab penyakit pada tanaman tomat, lombok, terung
dan tembakau) serta Agrobacterium tumafaciens (penyebab tumor pada tumbuhan)
MEDIA PERTUMBUHAN BAKTERI
Medium ialah suatu bahan
yang terdiri atas campuran nutrisi yang dipakai untuk menumbuhkan mikrobia.
Selain untuk menumbuhkan mikrobia, medium dapat pula digunakan untuk isolasi, memperbanyak pengujian
sifat-sifat fisiologi dan
perhitungan jumlah mikrobia. Supaya mikroorganisme dapat tumbuh baik dalam medium perlu
diperhatikan syarat-syarat sebagai berikut:
1. Media harus mengandung
semua nutrisi yang mudah digunakan oleh mikroorganisme
2. Harus mempunyai tekanan
osmose tegangan muka dan pH yang sesuai
3. Tidak mengandung zat-zat
penghambat
4. Harus steril (Jutono et
al., 1973).
Mikroorganisme dibiakkan
di laboratorium pada bahan nutrien yang disebut medium. Banyak sekali media
yang tersedia, macamnya yang dipakai tergantung dari banyak faktor. Salah satu
di antaranya adalah macam mikroorganisme yang akan ditumbuhkan. Bahan yang akan
diinokulasikan pada medium itu disebut inokulan. Dengan menginokulasi medium
agar nutrien dengan metode cairan gores atau metode cawan, tuang, sel-sel itu
akan terpisah sendiri-sendiri setelah inkubasi. Sel-sel mikrobia individu itu
memperbanyak diri sedemikian cepatnya sehingga di dalam waktu 18-24 jam
terbentuklah massa sel yang dapat dilihat dan dinamakan koloni (Pelczar dan
Schan, 1986). Setiap
mikrobia dapat diinkubasi denganmedia tertentu sesuai dengan sifat-sifat
karakteristik biosintesisnya. Media PCA (Plate Count Agar) dan NA (Nutrient
Agar) biasa digunakan untuk pemupukan bakteri dan media PDA (Potato Dextrose
Agar) biasa digunakan untuk pemupukan jamur (Fardiaz, 1994).
Mikroorganisme
yang ingin kita tumbuhkan, yang pertama harus dilakukan adalah memahami
kebutuhan dasarnya kemudian memformulasikan suatu medium atau bahan yang akan
digunakan. Air
sangat penting bagi organisme bersel tunggal sebagai komponen utama protoplasmanya
serta untuk masuknya nutrien ke dalam sel. Pembuatan medium sebaiknya
menggunakan air suling. Air sadah umumnya mengandung ion kalsium dan magnesium
yang tinggi. Pada medium yang mengandung pepton dan ektrak daging, air dengan
kualitas air sadah sudah dapat menyebabkan terbentuknya endapan fosfat dan
magnesium fosfat (Hadioetomo, 1993).
Mikroba memiliki
karakteristik dan ciri yang berbeda-beda di dalam persyaratan
pertumbuhannya. Ada mikroba yang bisa hidup hanya pada media yang mengandung sulfur dan ada
pula yang tidak mampu hidup dan seterusnya. Karakteristik persyaratan
pertumbuhan mikroba inilah yang menyebabkan bermacam-macamnya media penunjang
pertumbuhan mikroba. Pembiakan diperlukan untuk mempelajari sifat bakteri untuk
dapat mengadakan identifikasi, determinasi, atau diferensiasi jenis-jenis yang
ditemukan. Pertumbuhan
ketahanan bakteri
bergantung pada pengaruh luar seperti makanan (nutrisi), atmosfer, suhu, lengas, konsentrasi ion
hidrogen, cahaya, dan berbagai zat kimia yang dapat menghambat atau membunuh. Kebutuhan bakteri pada umumnya adalah sebagai berikut:
1.
Sumber energi yang diperlukan untuk
reaksi-reaksi sintesis yang membutuhkan energi dalam pertumbuhan dan restorasi,
pemeliharaan keseimbangan cairan, gerak, dan sebagainya
2.
Sumber
karbon.
3.
Sumber
nitrogen sebagian besar untuk sintesis protein dan asam-asam nukleat.
4.
Sumber
garam-garam anorganik, khususnya fosfat dan sulfat sebagai anion; dan potasium,
sodium magnesium, kalsium, besi, mangan sebagai kation.
Berdasarkan
komposisi/susunan kimia bahan penyusunnya, media yang digunakan untuk
menumbuhkan mikrobia dibagi atas 4 yaitu:
1.
Medium organik; yaitu medium yang tersusun
dari bahan-bahan organik.
2.
Medium
anorganik; yaitu medium yang tersusun dari bahan-bahan anorganik
3.
Medium
sintetik, yaitu media yang tersusun atas senyawa yang tidak diketahui komposisi
kimianya secara tepat. Media tersebut berisi garam anorganik misalnya asam
amino, asam lemak, alkohol, karbohidrat atau senyawa organik serta serta
vitamin-vitamin.
4.
Media
nonsintetik, adalah media yang tidak diketahui komposisi kimianya secara pasti.
Beberapa dari komposisi yang ditambahkan misalnya ekstak beef, ekstrak yeast,
pepton, darah, serum dan casein hidrolisat. Contoh media non sintesis NA, NB,
PDA.
Menurut
Dwidjoseputro , selanjutnya medium buatan manusia itu dapat berupa:
1.
Medium Cair
Medium cair yang biasa dipakai ialah air
kaldu yang disiapkan sebagai berikut. Kepada 1 liter air murni ditambahkan 3 gr kaldu daging lembu dan 5
gr pepton. Pepton ialah protein yang terdapat pada daging, pada air susu, pada kedelai, dan pada putih telur. Pepton mengandung banyak N2,
sedang kaldu berisi garam-garam mineral dan lain-lainnya lagi. Medium ini
kemudian ditentukan pHnya 6,8 sampai 7, jadi sedikit asam atau netral; keadaan
yang demikian ini sesuai bagi kebanyakan bakteri. Kaldu seperti tersebut diatas
masih perlu disaring untuk kemudian dimasukkan ke dalam tabung-tabung reaksi.
Penyaringan dapat dilakukan dengan kertas saring. Setelah tabung berisi medium
kaldu tersebut disumbat dengan kapas, dan dapatlah dimasukkan ke dalam alat
pensteril.
2.
Medium
kental (padat)
Dahulu kala orang lazim menggunakan kentang yang dipotong-potong
serupa silinder untuk medium.silinder kentang mentah dibuat dengan pipa besi,
lalu potongan-potongan itu dimaksudkan untuk ke dalam tabung reaksi. Kemudian
tabung disumbat dengan kapas, dan setelah itu disterilkan di
dalam autoklaf. Setelah
kentang dingin kembali,permukaan atas dari silinder kentang dapat ditanami
bakteri Suatu penemuan yang baik
sekali ialah medium dari kaldu yang dicampur dengan sedikit agar-agar, dan
kemudian dibiarkan mendingin, maka diperolehlah medium padat. Agar-agar ialah
sekedar zat pengental, dan bukan zat makanan bagi bakteri.
Medium yang diperkaya.
Kebanyakan bakteri suka tumbuh pada dasar makanan seperti disebut
di atas. Tetapi bakteri patogen seperti Brucella abortus, Mycobacterium
tuberculosis, Diplococcus pneumoniae, dan Neisseria gonorrhoeae memerlukan zat
makanan tambahan berupa serum atau darah yang tak mengandung fibrinogen lagi.
Fibrinogen adalah zat yang menyebabkan darah menjadi kental, apabila keluar di
luka. Serum atau darah itu dicampurkan ke dalam medium yang sudah disterilkan.
Jika pencampuran ini dilakukan sebelum sterilisasi, maka serum atau darah
tersebut akan mengental akibat pemanasan. Pada medium buatan Loeffler, serum
dicampurkan di dalam dasar makanan sebelum sterilisasi. Medium ini baik sekali
untuk memelihara basil-basil dipteri. Juga medium yang memerlukan tambahan
putih telur dibuat dengan cara demikian. Seringkali orang menambahkan susu atau
air tomat kepada dasar makanan untuk menumbuhkan Lactobacillus dan beberapa
spesies lainnya.
Medium yang kering
Medium yang kering
Pekerjaan laboratorium sekarang ini banyak dipermudah dengan telah
adanya bermacam-macam medium yang tersedia dalam bentuk serbuk kering. Untuk
menyiapkan medium tersebut, cukuplah orang mengambil sekian gram serbuk kering
tersebut untuk dilarutkan dalam sekian liter air dan kemudian larutan itu
disterilkan. Penentuan pH tidak perlu lagi, karena hal itu sudah dilakukan
lebih dulu pada pembuatan serbuk. Periksalah “Difco Manual of dehyclinical
culture media and reagents for microbiological and clinical laboratory
procedures”.
BAB III
HASIL
PENGAMATAN
|
NO
|
TEMPAT
|
HARI KE-
|
JUMLAH KOLONI
|
GAMBAR
|
|
1
|
BAAK
|
I (Jumat, 12 April 2013)
|
3
|
|
II (Sabtu, 13 April 2013)
|
3
|
|
||
III (Minggu, 14 April 2013)
|
19
|
|
||
|
IV (Senin, 15 April 2013)
|
23
|
|
||
V (Selasa, 16 April 2013)
|
23
|
|
||
2
|
Kantin BASEBALL
|
I (Jumat, 12 April 2013)
|
0
|
|
|
II (Sabtu, 13 April 2013)
|
1
|
|
||
III (Minggu, 14 April 2013)
|
2
|
|
||
|
IV (Senin, 15 April 2013)
|
3
|
|
||
|
V (Selasa, 16 April 2013)
|
5
|
|
||
|
3
|
REKTORAT
|
I (Jumat, 12 April 2013)
|
5
|
|
|
II (Sabtu, 13 April 2013)
|
5
|
|
||
|
III (Minggu, 14 April 2013)
|
5
|
|
||
|
IV (Senin, 15 April 2013)
|
5
|
|
||
|
V (Selasa, 16 April 2013)
|
5
|
|
BAB IV
PEMBAHASAN
Dari hasil pengamatan yang telah kami lakukan terdapat perkembangbiakan bakteri sehingga
terbentuk koloni-koloni, dalam percobaan kami juga terdapat bakteri yang
berubah bentuk dari hari sebelumnya. Pada cawan yang penangkapan bakteri di
halaman BAAK pada hari pertama terdapat bulatan-bulatan koloni berwarna abu-abu
kehitaman yang dari hari kehari semakin banyak. Ini dapat terjadi kareda
bakteri suka tumbuh pada medium yang padat dan medium yang terbuat dari
makanan. Dan karena pada makanan terdapat banyak nutrien seperti kentang dan
agar-agar batang yang kami gunakan sebagai medium.
Pada cawan yang penangkapan bakteri di
Kantin Baseball UNESA tardapat bakteri yang awalnya merah berubah menjadi hijau
tua, tetapi koloni yang muncul hanya sedikit. Hal ini terjadi karena pada
bakteri mempunyai susunan dinding sel yang berbeda yang dikenal dengan bakteri
gram positif dan bakteri gram negatif. Disebut
bakteri gram positif karena bakteri ini jika diwaranai dengan pewarna gram atau
terkena medium dan diamati menggunakan mikroskop maupun secara langsung warnanya
akan berubah menjadi ungu. Hal ini disebabkan karena bakteri gram positif memiliki
lapisan peptidoglikan yang sangat tebal dan kandungan lemak pada dinding selnya
sangat rendah. Disebut bakteri gram negatif karena bakteri ini mempunyai
sifat kebalikan dari bakteri gram positif yaitu apabila bakteri tersebut diberi
pewarna gram atau medium dan diamati dengan menggunakan mikroskop maupun secara
langsung maka warnanya akan berubah menjadi merah. Karena bakteri gram negatif
memiliki struktur lapisan peptidoglikan yang sangat tipis serta kandungan lemak
penyusun dindingnya sangat tinggi. Seperti yang terjadi pada cawan yang kedua.
Pada cawan ketiga yang penangkapan bakteri di
halaman Gedung Rektorat kebanyakan yang tumbuh adalah jamur, sehingga bakteri
tertutup oleh jamur. Hal tersebut dikarenakan medium yang terbuat dari bahan
makanan yaitu kentang dan agar-agar yang banyak menyediakan bahan makanan untuk
jamur dan karena pada udara sebernarnya penuh dengan spora jamur yang berukuran
sangat kecil, dan dikondisi yang tepat jamur ini dan pat tumbuh dan
berkembangbiak dihampir semua bahan organik. Kebanyakan jamur cenderung
fleksibel tentang pilihan makanan mereka. Jamur dapat memakan berbagai molekul
organik, sehingga fleksibilitas ini memungkinkannya tumbuh hampir dimana saja. Termasuk pada cawan tersebut.
BAB V
KESIMPULAN
Dari percobaan yang telah kami
lakukan dapat diperoleh kesimpulan sebagai berikut :
1.
Bakteri dapat
tumbuh dan berkembangbiak dengan cepat apabila terdapat banyak nutrien yang
didapatkan
2. Nutrien yang banyak terdapat pada bahan makanan
seperti kentang dan agar-agar yang kami gunakan sebagai medium
3. Selain bakteri yang tertangkap terdapat juga
jamur yang sebenarnya terdapat pada udara.
4. Bakteri dapat berubah warna.
DAFTAR PUSTAKA
Tanpa
nama.2008.Bakteri.(online) http://gurungeblog.wordpress.com/2008/11/17/bakteri-ciri-ciri-struktur-perkembangbiakan-bentuk-dan-manfaatnya/. diakses pada tanggal 22 April
2013
Tim Dosen
Mata Kuliah.2012.Modul Praktikum Lembar Kegiatan Mahasiswa (LKM).Prodi
Pend Sains FMIPA UNESA
Iswadi,
Arie.2013.Bakteri Gram Positif dan Bakteri Gram Negatif.(online) http://ariesense.com/bakteri-gram-positif-dan-bakteri-gram-negatif.html. Diakses pada 23 April 2013
Suhardi,
Rizal.2011.Laporan Praktikum tentang Bakteri.(online) http://rizalsuhardieksakta.blogspot.com/2011/06/laporan-praktikum-tentang-bakteri.html. diakses pada 22 April 2013
Harrah's Cherokee Casino - MapYRO
BalasHapusWelcome 군포 출장샵 to 목포 출장안마 Harrah's Cherokee Casino and 광주 출장마사지 Hotel, 밀양 출장안마 Cherokee. We offer a wide variety of dining options and a casino hotel for you to relax. 부산광역 출장안마