Kamis, 04 Desember 2014

MENGAMATI MIKROORGANISME MELALUI MEDIA SEDERHANA



BAB I
Pendahuluan

A.    Latar Belakang
            Bakteri merupakan salah satu mikroorganisme yang tersebar dimana-mana. Bakteri, dari kata Latin bacterium (jamak, bacteria), adalah kelompok terbanyak dari organisme hidup. Mereka sangatlah kecil (mikroskopik) dan kebanyakan uniselular (bersel tunggal), dengan struktur sel yang relatif sederhana tanpa nukleus/inti sel, cytoskeleton, dan organel lain seperti mitokondria dan kloroplas. Struktur sel mereka dijelaskan lebih lanjut dalam artikel mengenai prokariota, karena bakteri merupakan prokariota, untuk membedakan mereka dengan organisme yang memiliki sel lebih kompleks, disebut eukariota. Istilah "bakteri" telah diterapkan untuk semua prokariota atau untuk kelompok besar mereka, tergantung pada gagasan mengenai hubungan mereka.
            Bakteri adalah yang paling berkelimpahan dari semua organisme. Mereka tersebar (berada di mana-mana) di tanah, air, dan sebagai simbiosis dari organisme lain. Banyak patogen merupakan bakteri. Kebanyakan dari mereka kecil, biasanya hanya berukuran 0,5-5 μm, meski ada jenis dapat menjangkau 0,3 mm dalam diameter (Thiomargarita). Mereka umumnya memiliki dinding sel, seperti sel tumbuhan dan jamur, tetapi dengan komposisi sangat berbeda (peptidoglikan). Banyak yang bergerak menggunakan flagela, yang berbeda dalam strukturnya dari flagela kelompok lain.

B.     Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas, dapat diambil suatu rumusan masalah sebagai berikut :
1.      Bagaimana proses pembuatan media biakan umum untuk mikroorganisme bakteri ?
2.      Bagaimana cara menangkap mikroorganisme bakteri di alam ?
3.      Bagaimana cara menumbuhkan hasil tangkapan bakteri ?
4.      Bagaimana cara mengetahui pertumbuhan koloni bakteri ?

C.      Hipotesis
Bakteri akan tumbuh dan berkembangbiak dengan cepat pada medium yang terbuat dari bahan makanan.

D.  Tujuan
1.      Membuat media biakan umum untuk mikroorganisme bakteri.
2.      Menangkap mikroorganisme bakteri di alam.
3.      Menumbuhkan hasil tangkapan bakteri.
4.      Mengamati pertumbuhan koloni bakteri.

E. Alat dan Bahan
1.    Alat
a.       Kompor listrik/kompor gas
b.      Corong : 2
c.       Erlenmeyer : 2
d.      Penyaring Kain kasa secukupnya
e.       Cawan Petri : 2 cawan x 20 kel ; 40 cawan Petri untuk 2 kelas.
f.       Autoclave / dandang sabluk : 1
g.      Panci kecil : 2
h.      Timbangan neraca analitik
i.        Gelas kimia / beker glass ukuran 1000 ml 1
j.        Gelas pengaduk / spatula
2. Bahan
a.       Kentang 250 gr atau ¼ kg
b.      Benang wol 2 gulung
c.       Kain kasa
d.      Air aquades
e.       Gula pasir halus
f.       Agar-agar batangan cap AA

F.  Prosedur Kerja
1.      Menyiapkan alat dan bahan yang dibutuhkan.
2.      Mengupas kentang dan mengiris kentang kupasan kecil-kecil dengan ukuran 1cm2, kemudian menimbang kentang potongan sebanyak 250 gr  atau ¼ kg, merebus kentang  potongan di atas kompor dengan menmbahkan air sebanyak 1 liter, pada          saat perebusan volume air diusahakan tetap 1 liter.
3.      Mengecek kalau kentang sudah masak, kaldunya diambil dengan cara penyaringan menggunakan glass corong yang ditempeli kain kasa, selain itu mempersiapkan agar-agar batangan AA untuk dihaluskan bentuknya (disuwir-suwir) kemudian ditimbang sebanyak 15 gr.
4.      Mengumpulkan dan memasukkan hasil saringan / filtrat kaldu kentang, dengan menambahkan air sehingga volumenya 1 liter, kemudian diletakkan diatas kompor untuk dipanaskan.
5.      Memasukkan potongan agar batangan sebanyak 15 gram, dalam beker glass            yang berisi kaldu kentang, aduk merata, bersamaan juga ditambahkan gula sebanyak 15 gr gula pasir sampai semua homogen.
6.      Memasukkan / menuangkan media yang terbuat kedalam cawan petri masing-masing kelompok, kemudian dibungkus dengan kertas CD, selanjutnya dilakukan sterilisasi menggunakan Autoclaf selama 1 jam, kalau menggunakan dandang sabluk 2 jam.
7.      Pendinginan media, dengan cara diambil dan diletakkan di tempat yang rata, sehingga medium KGA, yang terbentuk dapat rata permukaannya.
8.      Penangkapan mikroorganisme di alam sesuai dengan tempat yang telah ditentukan / dipilih.
9.      Inkubasi selama 24 jam.
10.  Diamati jumlah macam koloni, jumlah koloni, gambar bentuk koloni.













BAB II
DASAR TEORI

Mikroorganisme sangat erat kaitanya dengan kehidupan kita, ada beberapa diantaranya bermanfaat dan adapula yang merugikan.Salah satu teknik untuk membiakan (Menumbuhkan) bakteri, yang menjadi padat dan tetap tembus pandang pada suhu inkubasi. Media yang baik adalah agar, dapat dilarutkan dalam larutan nutrien dan bilamana menjadi gel akan tetap padat dalam kisaran temperatur yang luas. Mikroorganisme terdapat dimana-mana didalam lingkungan kita merekapun ada pada tubuh kita dan disekeliling kita. Mereka merupakan komponen penting dalam ekosistem. Dihabitat alamiahnya, mereka hidup dalam suatu komunitas yang terdiri dari berbagai jenis mokroorganisme, bersama spesies-spesies biologi lainnya. Didalam komunitas ini, satu spesies mikroba dapat mempengaruhi spesies lain dengan berbagai cara-cara beberapa bersifat menguntungkan beberapa merugikan
( Pelezar,1988).
Mikroorganisme terdapat di mana-mana, oleh karena itu mikroorganisme luar yang tidak dikehendaki dapat masuk ke dalam biakan murni melalui aliran udara, kontak tangan yang tercemar, atau melalui tersentuhnya media atau permukaan tabung bagian dalam oleh benda yang belum disterilkan. Untuk mencegah mikroorganisme luar yang tidak dikehendaki masuk ke dalam biakan murni, perlu digunakan teknik aseptik, dimana semua peralatan maupun media pertumbuhan yang akan digunakan pada teknik ini harus dalam keadaan steril/aseptik. Ada beberapa metode untuk memindahkan biakan murni dari satu wadah ke wadah yang lain secara aseptik yaitu dengan metode streak/gores, metode spread/sebar, dan dengan metode pour plate/cawan tuang.

BAKTERI
Bakteri merupakan organisme yang paling banyak jumlahnya dan lebih tersebar luas dibandingkan mahluk hidup yang lain . Bakteri memiliki ratusan ribu spesies yang hidup di darat hingga lautan dan pada tempat-tempat yang ekstrim. Bakteri ada yang menguntungkan tetapi ada pula yang merugikan. Bakteri memiliki ciri-ciri yang membedakannya dengan mahluk hidup yang lain. Bakteri adalah organisme uniselluler dan prokariot serta umumnya tidak memiliki klorofil dan berukuran renik (mikroskopis).

Ciri-ciri Bakteri
Bakteri memiliki ciri-ciri yang membedakannnya dengan mahluk hidup lain yaitu:
1.      Organisme multiselluler
2.      Prokariot (tidak memiliki membran inti sel )
3.      Umumnya tidak memiliki klorofil
4.      Memiliki ukuran tubuh yang bervariasi antara 0,12 s/d ratusan mikron umumnya memiliki ukuran rata-rata 1 s/d 5 mikron.
5.      Memiliki bentuk tubuh yang beraneka ragam
6.      Hidup bebas atau parasit
7.      Yang hidup di lingkungan ekstrim seperti pada mata air panas,kawah atau gambut dinding selnya tidak mengandung peptidoglikan
8.      Yang hidupnya kosmopolit diberbagai lingkungan dinding selnya mengandung peptidoglikan
Struktur Bakteri
Struktur bakteri terbagi menjadi dua yaitu:
1.      Struktur dasar (dimiliki oleh hampir semua jenis bakteri)
Meliputi: dinding sel, membran plasma, sitoplasma, ribosom, DNA, dan granula penyimpanan
2.      Struktur tambahan (dimiliki oleh jenis bakteri tertentu)
Meliputi kapsul, flagelum, pilus, fimbria, klorosom, Vakuola gas dan endospora.
Struktur dasar sel bakteri
Struktur dasar bakteri :
1.      Dinding sel tersusun dari peptidoglikan yaitu gabungan protein dan polisakarida (ketebalan peptidoglikan membagi bakteri menjadi bakteri gram positif bila peptidoglikannya tebal dan bakteri gram negatif bila peptidoglikannya tipis).
2.      Membran plasma adalah membran yang menyelubungi sitoplasma tersusun atas lapisan fosfolipid dan protein.
3.      Sitoplasma adalah cairan sel.
4.      Ribosom adalah organel yang tersebar dalam sitoplasma, tersusun atas protein dan RNA.
5.      Granula penyimpanan, karena bakteri menyimpan cadangan makanan yang dibutuhkan.
Struktur tambahan bakteri :
1.      Kapsul atau lapisan lendir adalah lapisan di luar dinding sel pada jenis bakteri tertentu, bila lapisannya tebal disebut kapsul dan bila lapisannya tipis disebut lapisan lendir. Kapsul dan lapisan lendir tersusun atas polisakarida dan air.
2.      Flagelum atau bulu cambuk adalah struktur berbentuk batang atau spiral yang menonjol dari dinding sel.
3.      Pilus dan fimbria adalah struktur berbentuk seperti rambut halus yang menonjol dari dinding sel, pilus mirip dengan flagelum tetapi lebih pendek, kaku dan berdiameter lebih kecil dan tersusun dari protein dan hanya terdapat pada bakteri gram negatif. Fimbria adalah struktur sejenis pilus tetapi lebih pendek daripada pilus.
4.      Klorosom adalah struktur yang berada tepat dibawah membran plasma dan mengandung pigmen klorofil dan pigmen lainnya untuk proses fotosintesis. Klorosom hanya terdapat pada bakteri yang melakukan fotosintesis.
5.      Vakuola gas terdapat pada bakteri yang hidup di air dan berfotosintesis.
6.      Endospora adalah bentuk istirahat (laten) dari beberapa jenis bakteri gram positif dan terbentuk didalam sel bakteri jika kondisi tidak menguntungkan bagi kehidupan bakteri. Endospora mengandung sedikit sitoplasma, materi genetik, dan ribosom. Dinding endospora yang tebal tersusun atas protein dan menyebabkan endospora tahan terhadap kekeringan, radiasi cahaya, suhu tinggi dan zat kimia. Jika kondisi lingkungan menguntungkan endospora akan tumbuh menjadi sel bakteri baru.
Bentuk Bakteri
Bentuk dasar bakteri terdiri atas bentuk bulat (kokus), batang (basil),dan spiral (spirilia) serta terdapat bentuk antara kokus dan basil yang disebut kokobasil. Berbagai macam bentuk bakteri :

1. Bakteri Kokus :
a.       Monokokus yaitu berupa sel bakteri kokus tunggal
b.      Diplokokus yaitu dua sel bakteri kokus berdempetan
c.       Tetrakokus yaitu empat sel bakteri kokus berdempetan berbentuk segi empat.
d.      Sarkina yaitu delapan sel bakteri kokus berdempetan membentuk kubus
e.       Streptokokus yaitu lebih dari empat sel bakteri kokus berdempetan membentuk rantai.
f.       Stapilokokus yaitu lebih dari empat sel bakteri kokus berdempetan seperti buah anggur
2. Bakteri Basil :
a. Monobasil yaitu berupa sel bakteri basil tunggal
b. Diplobasil yaitu berupa dua sel bakteri basil berdempetan
c. Streptobasil yaitu beberapa sel bakteri basil berdempetan membentuk rantai
3. Bakteri Spirilia :

a. Spiral yaitu bentuk sel bergelombang
b. Spiroseta yaitu bentuk sel seperti sekrup
c. Vibrio yaitu bentuk sel seperti tanda baca koma

Alat Gerak Bakteri
Alat gerak pada bakteri berupa flagellum atau bulu cambuk adalah struktur berbentuk batang atau spiral yang menonjol dari dinding sel. Flagellum memungkinkan bakteri bergerak menuju kondisi lingkungan yang menguntungkan dan menghindar dari lingkungan yang merugikan bagi kehidupannya.
Flagellum memiliki jumlah yang berbeda-beda pada bakteri dan letak yang berbeda-beda pula yaitu
1.      Monotrik : bila hanya berjumlah satu
2.      Lofotrik : bila banyak flagellum disatu sisi
3.      Amfitrik : bila banyak flagellum dikedua ujung
4.      Peritrik : bila tersebar diseluruh permukaan sel bakteri
Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Pertumbuhan Bakteri
Pertumbuhan pada bakteri mempunyai arti perbanyakan sel dan peningkatan ukuran populasi. Faktor–faktor yang mempengaruhi pertumbuhan bakteri atau kondisi untuk pertumbuhan optimum adalah :
1.      Suhu
2.      Derajat keasaman atau Ph
3.      Konsentrasi garam
4.      Sumber nutrisi
5.      Zat-zat sisa metabolism
6.      Zat kimia
Hal tersebut diatas bervariasi menurut spesies bakterinya.
Cara Perkembangbiakan bakteri:
Bakteri umumnya melakukan reproduksi atau berkembang biak secara aseksual (vegetatif = tak kawin) dengan membelah diri. Pembelahan sel pada bakteri adalah pembelahan biner yaitu setiap sel membelah menjadi dua.Reproduksi bakteri secara seksual yaitu dengan pertukaran materi genetik dengan bakteri lainnya. Pertukaran materi genetik disebut rekombinasi genetik atau rekombinasi DNA. Rekombinasi genetik dapat dilakukan dengan tiga cara yaitu:



1. Transformasi adalah pemindahan sedikit materi genetik, bahkan satu gen saja dari satu sel bakteri ke sel bakteri yang lainnya.

2. Transduksi adalah pemindahan materi genetik satu sel bakteri ke sel bakteri lainnnya dengan perantaraan organisme yang lain yaitu bakteriofage (virus bakteri).

3. Konjugasi adalah pemindahan materi genetik berupa plasmid secara langsung melalui kontak sel dengan membentuk struktur seperti jembatan diantara dua sel bakteri yang berdekatan. Umumnya terjadi pada bakteri gram negatif.

Peranan Bakteri
Dalam kehidupan manusia bakteri mempunyai peranan yang menguntungkan maupun yang merugikan. Bakteri yang menguntungkan adalah sebagai berikut :
1.      Pembusukan (penguraian sisa-sisa mahluk hidup contohnya Escherichia colie).
2.      Pembuatan makanan dan minuman hasil fermentasi contohnya Acetobacter pada pembuatan asam cuka, Lactobacillus bulgaricus pada pembuatan yoghurt, Acetobacter xylinum pada pembuatan nata de coco dan Lactobacillus casei pada pembuatan keju yoghurt.
3.      Berperan dalam siklus nitrogen sebagai bakteri pengikat nitrogen yaitu Rhizobium leguminosarum yang hidup bersimbiosis dengan akar tanaman kacang-kacangan dan Azotobacter chlorococcum.
4.      Penyubur tanah contohnya Nitrosococcus dan Nitrosomonas yang berperan dalam proses nitrifikasi menghasilkan ion nitrat yang dibutuhkan tanaman.
5.      Penghasil antibiotik contohnya adalah Bacillus polymyxa (penghasil antibiotik polimiksin B untuk pengobatan infeksi bakteri gram negatif, Bacillus subtilis penghasil antibioti untuk pengobatan infeksi bakteri gram positif,Streptomyces griseus penghasil antibiotik streptomisin untuk pengobatan bakteri gram negatif termasuk bakteri penyebab TBC dan Streptomyces rimosus penghasil antibiotik terasiklin untuk berbagai bakteri.
6.      Pembuatan zat kimia misalnya aseton dan butanol oleh Clostridium acetobutylicum
7.      Berperan dalam proses pembusukan sampah dan kotoran hewan sehinggga menghasilkan energi alternatif metana berupa biogas. Contohnya methanobacterium
8.      Penelitian rekayasa genetika dalam berbagai bidang.sebagai contoh dalam bidang kedokteran dihasilkan obat-obatan dan produk kimia bermanfaat yang disintesis oleh bakteri, misalnya enzim, vitamin dan hormon.
Bakteri yang merugikan sebagai berikut :
1.      Pembusukan makanan contohnya Clostridium botulinum
2.      Penyebab penyakit pada manusia contohnya Mycobacterium tuberculosis ( penyebab penyakit TBC ), Vibrio cholerae ( penyebab kolera atau muntaber ), Clostridium tetani (penyebab penyakit tetanus ) dan Mycobacterium leprae (penyebab penyakit lepra )
3.      Penyebab penyakit pada hewan contohnya Bacilluc antrachis (penyebab penyakit antraks pada sapi )
4.      Penyebab penyakit pada tanaman budidaya contohnya Pseudomonas solanacearum (penyebab penyakit pada tanaman tomat, lombok, terung dan tembakau) serta Agrobacterium tumafaciens (penyebab tumor pada tumbuhan)

MEDIA PERTUMBUHAN BAKTERI
Medium ialah suatu bahan yang terdiri atas campuran nutrisi yang dipakai untuk menumbuhkan mikrobia. Selain untuk menumbuhkan mikrobia, medium dapat pula digunakan untuk isolasi, memperbanyak pengujian sifat-sifat fisiologi dan perhitungan jumlah mikrobia. Supaya mikroorganisme dapat tumbuh baik dalam medium perlu diperhatikan syarat-syarat sebagai berikut:
1.      Media harus mengandung semua nutrisi yang mudah digunakan oleh mikroorganisme
2.      Harus mempunyai tekanan osmose tegangan muka dan pH yang sesuai
3.      Tidak mengandung zat-zat penghambat
4.      Harus steril (Jutono et al., 1973).
Mikroorganisme dibiakkan di laboratorium pada bahan nutrien yang disebut medium. Banyak sekali media yang tersedia, macamnya yang dipakai tergantung dari banyak faktor. Salah satu di antaranya adalah macam mikroorganisme yang akan ditumbuhkan. Bahan yang akan diinokulasikan pada medium itu disebut inokulan. Dengan menginokulasi medium agar nutrien dengan metode cairan gores atau metode cawan, tuang, sel-sel itu akan terpisah sendiri-sendiri setelah inkubasi. Sel-sel mikrobia individu itu memperbanyak diri sedemikian cepatnya sehingga di dalam waktu 18-24 jam terbentuklah massa sel yang dapat dilihat dan dinamakan koloni (Pelczar dan Schan, 1986). Setiap mikrobia dapat diinkubasi denganmedia tertentu sesuai dengan sifat-sifat karakteristik biosintesisnya. Media PCA (Plate Count Agar) dan NA (Nutrient Agar) biasa digunakan untuk pemupukan bakteri dan media PDA (Potato Dextrose Agar) biasa digunakan untuk pemupukan jamur (Fardiaz, 1994). 
Mikroorganisme yang ingin kita tumbuhkan, yang pertama harus dilakukan adalah memahami kebutuhan dasarnya kemudian memformulasikan suatu medium atau bahan yang akan digunakan. Air sangat penting bagi organisme bersel tunggal sebagai komponen utama protoplasmanya serta untuk masuknya nutrien ke dalam sel. Pembuatan medium sebaiknya menggunakan air suling. Air sadah umumnya mengandung ion kalsium dan magnesium yang tinggi. Pada medium yang mengandung pepton dan ektrak daging, air dengan kualitas air sadah sudah dapat menyebabkan terbentuknya endapan fosfat dan magnesium fosfat (Hadioetomo, 1993).

Mikroba memiliki karakteristik dan ciri yang berbeda-beda di dalam persyaratan pertumbuhannya. Ada mikroba yang bisa hidup hanya pada media yang mengandung sulfur dan ada pula yang tidak mampu hidup dan seterusnya. Karakteristik persyaratan pertumbuhan mikroba inilah yang menyebabkan bermacam-macamnya media penunjang pertumbuhan mikroba. Pembiakan diperlukan untuk mempelajari sifat bakteri untuk dapat mengadakan identifikasi, determinasi, atau diferensiasi jenis-jenis yang ditemukan. Pertumbuhan ketahanan bakteri bergantung pada pengaruh luar seperti makanan (nutrisi), atmosfer, suhu, lengas, konsentrasi ion hidrogen, cahaya, dan berbagai zat kimia yang dapat menghambat atau membunuh. Kebutuhan bakteri pada umumnya adalah sebagai berikut:
1.     Sumber energi yang diperlukan untuk reaksi-reaksi sintesis yang membutuhkan energi dalam pertumbuhan dan restorasi, pemeliharaan keseimbangan cairan, gerak, dan sebagainya
2.     Sumber karbon.
3.     Sumber nitrogen sebagian besar untuk sintesis protein dan asam-asam nukleat.
4.     Sumber garam-garam anorganik, khususnya fosfat dan sulfat sebagai anion; dan potasium, sodium magnesium, kalsium, besi, mangan sebagai kation.
Berdasarkan komposisi/susunan kimia bahan penyusunnya, media yang digunakan untuk menumbuhkan mikrobia dibagi atas 4 yaitu:
1.       Medium organik; yaitu medium yang tersusun dari bahan-bahan organik.
2.       Medium anorganik; yaitu medium yang tersusun dari bahan-bahan anorganik
3.       Medium sintetik, yaitu media yang tersusun atas senyawa yang tidak diketahui komposisi kimianya secara tepat. Media tersebut berisi garam anorganik misalnya asam amino, asam lemak, alkohol, karbohidrat atau senyawa organik serta serta vitamin-vitamin.
4.       Media nonsintetik, adalah media yang tidak diketahui komposisi kimianya secara pasti. Beberapa dari komposisi yang ditambahkan misalnya ekstak beef, ekstrak yeast, pepton, darah, serum dan casein hidrolisat. Contoh media non sintesis NA, NB, PDA.
Menurut Dwidjoseputro , selanjutnya medium buatan manusia itu dapat berupa:
1.     Medium Cair
Medium cair yang biasa dipakai ialah air kaldu yang disiapkan sebagai berikut. Kepada 1 liter air murni ditambahkan 3 gr kaldu daging lembu dan 5 gr pepton. Pepton ialah protein yang terdapat pada daging, pada air susu, pada kedelai, dan pada putih telur. Pepton mengandung banyak N2, sedang kaldu berisi garam-garam mineral dan lain-lainnya lagi. Medium ini kemudian ditentukan pHnya 6,8 sampai 7, jadi sedikit asam atau netral; keadaan yang demikian ini sesuai bagi kebanyakan bakteri. Kaldu seperti tersebut diatas masih perlu disaring untuk kemudian dimasukkan ke dalam tabung-tabung reaksi. Penyaringan dapat dilakukan dengan kertas saring. Setelah tabung berisi medium kaldu tersebut disumbat dengan kapas, dan dapatlah dimasukkan ke dalam alat pensteril.
2.     Medium kental (padat)
Dahulu kala orang lazim menggunakan kentang yang dipotong-potong serupa silinder untuk medium.silinder kentang mentah dibuat dengan pipa besi, lalu potongan-potongan itu dimaksudkan untuk ke dalam tabung reaksi. Kemudian tabung disumbat dengan kapas, dan setelah itu disterilkan di dalam autoklaf. Setelah kentang dingin kembali,permukaan atas dari silinder kentang dapat ditanami bakteri Suatu penemuan yang baik sekali ialah medium dari kaldu yang dicampur dengan sedikit agar-agar, dan kemudian dibiarkan mendingin, maka diperolehlah medium padat. Agar-agar ialah sekedar zat pengental, dan bukan zat makanan bagi bakteri.
Medium yang diperkaya.
Kebanyakan bakteri suka tumbuh pada dasar makanan seperti disebut di atas. Tetapi bakteri patogen seperti Brucella abortus, Mycobacterium tuberculosis, Diplococcus pneumoniae, dan Neisseria gonorrhoeae memerlukan zat makanan tambahan berupa serum atau darah yang tak mengandung fibrinogen lagi. Fibrinogen adalah zat yang menyebabkan darah menjadi kental, apabila keluar di luka. Serum atau darah itu dicampurkan ke dalam medium yang sudah disterilkan. Jika pencampuran ini dilakukan sebelum sterilisasi, maka serum atau darah tersebut akan mengental akibat pemanasan. Pada medium buatan Loeffler, serum dicampurkan di dalam dasar makanan sebelum sterilisasi. Medium ini baik sekali untuk memelihara basil-basil dipteri. Juga medium yang memerlukan tambahan putih telur dibuat dengan cara demikian. Seringkali orang menambahkan susu atau air tomat kepada dasar makanan untuk menumbuhkan Lactobacillus dan beberapa spesies lainnya.
Medium yang kering
Pekerjaan laboratorium sekarang ini banyak dipermudah dengan telah adanya bermacam-macam medium yang tersedia dalam bentuk serbuk kering. Untuk menyiapkan medium tersebut, cukuplah orang mengambil sekian gram serbuk kering tersebut untuk dilarutkan dalam sekian liter air dan kemudian larutan itu disterilkan. Penentuan pH tidak perlu lagi, karena hal itu sudah dilakukan lebih dulu pada pembuatan serbuk. Periksalah “Difco Manual of dehyclinical culture media and reagents for microbiological and clinical laboratory procedures”.










BAB III
HASIL PENGAMATAN

NO
TEMPAT
HARI KE-
JUMLAH KOLONI
GAMBAR
1
BAAK
I (Jumat, 12 April 2013)
3

 




II (Sabtu, 13 April 2013)
3

 



III (Minggu, 14 April 2013)
19
 
IV (Senin, 15 April 2013)
23








V (Selasa, 16 April 2013)
23








2
Kantin BASEBALL
I (Jumat, 12 April 2013)
0








II (Sabtu, 13 April 2013)
1

 









III (Minggu, 14 April 2013)
2








IV (Senin, 15 April 2013)
3








V (Selasa, 16 April 2013)
5








3
REKTORAT
I (Jumat, 12 April 2013)
5







II (Sabtu, 13 April 2013)
5







III (Minggu, 14 April 2013)
5







IV (Senin, 15 April 2013)
5







V (Selasa, 16 April 2013)
5










BAB IV
PEMBAHASAN

Dari hasil pengamatan yang telah kami lakukan terdapat perkembangbiakan bakteri sehingga terbentuk koloni-koloni, dalam percobaan kami juga terdapat bakteri yang berubah bentuk dari hari sebelumnya. Pada cawan yang penangkapan bakteri di halaman BAAK pada hari pertama terdapat bulatan-bulatan koloni berwarna abu-abu kehitaman yang dari hari kehari semakin banyak. Ini dapat terjadi kareda bakteri suka tumbuh pada medium yang padat dan medium yang terbuat dari makanan. Dan karena pada makanan terdapat banyak nutrien seperti kentang dan agar-agar batang yang kami gunakan sebagai medium.
Pada cawan yang penangkapan bakteri di Kantin Baseball UNESA tardapat bakteri yang awalnya merah berubah menjadi hijau tua, tetapi koloni yang muncul hanya sedikit. Hal ini terjadi karena pada bakteri mempunyai susunan dinding sel yang berbeda yang dikenal dengan bakteri gram positif dan bakteri gram negatif. Disebut bakteri gram positif karena bakteri ini jika diwaranai dengan pewarna gram atau terkena medium dan diamati menggunakan mikroskop maupun secara langsung warnanya akan berubah menjadi ungu. Hal ini disebabkan karena bakteri gram positif memiliki lapisan peptidoglikan yang sangat tebal dan kandungan lemak pada dinding selnya sangat rendah. Disebut bakteri gram negatif karena bakteri ini mempunyai sifat kebalikan dari bakteri gram positif yaitu apabila bakteri tersebut diberi pewarna gram atau medium dan diamati dengan menggunakan mikroskop maupun secara langsung maka warnanya akan berubah menjadi merah. Karena bakteri gram negatif memiliki struktur lapisan peptidoglikan yang sangat tipis serta kandungan lemak penyusun dindingnya sangat tinggi. Seperti yang terjadi pada cawan yang kedua.
Pada cawan ketiga yang penangkapan bakteri di halaman Gedung Rektorat kebanyakan yang tumbuh adalah jamur, sehingga bakteri tertutup oleh jamur. Hal tersebut dikarenakan medium yang terbuat dari bahan makanan yaitu kentang dan agar-agar yang banyak menyediakan bahan makanan untuk jamur dan karena pada udara sebernarnya penuh dengan spora jamur yang berukuran sangat kecil, dan dikondisi yang tepat jamur ini dan pat tumbuh dan berkembangbiak dihampir semua bahan organik. Kebanyakan jamur cenderung fleksibel tentang pilihan makanan mereka. Jamur dapat memakan berbagai molekul organik, sehingga fleksibilitas ini memungkinkannya tumbuh hampir dimana saja. Termasuk pada cawan tersebut.
BAB V
KESIMPULAN

            Dari percobaan yang telah kami lakukan dapat diperoleh kesimpulan sebagai berikut :
1.      Bakteri dapat tumbuh dan berkembangbiak dengan cepat apabila terdapat banyak nutrien yang didapatkan
2.      Nutrien yang banyak terdapat pada bahan makanan seperti kentang dan agar-agar yang kami gunakan sebagai medium
3.      Selain bakteri yang tertangkap terdapat juga jamur yang sebenarnya terdapat pada udara.
4.      Bakteri dapat berubah warna.















DAFTAR PUSTAKA

Tim Dosen Mata Kuliah.2012.Modul Praktikum Lembar Kegiatan Mahasiswa (LKM).Prodi Pend Sains FMIPA UNESA
Iswadi, Arie.2013.Bakteri Gram Positif dan Bakteri Gram Negatif.(online) http://ariesense.com/bakteri-gram-positif-dan-bakteri-gram-negatif.html. Diakses pada 23 April 2013
Suhardi, Rizal.2011.Laporan Praktikum tentang Bakteri.(online) http://rizalsuhardieksakta.blogspot.com/2011/06/laporan-praktikum-tentang-bakteri.html. diakses pada 22 April 2013

1 komentar:

  1. Harrah's Cherokee Casino - MapYRO
    Welcome 군포 출장샵 to 목포 출장안마 Harrah's Cherokee Casino and 광주 출장마사지 Hotel, 밀양 출장안마 Cherokee. We offer a wide variety of dining options and a casino hotel for you to relax. 부산광역 출장안마

    BalasHapus