Pengertian Metabolit Sekunder
Metabolit
sekunder merupakan senyawa yang dihasilkan atau disintesa pada sel dan group
taksonomi tertentu pada tingkat pertumbuhan atau stress tertentu. Senyawa ini
diproduksi hanya dalam jumlah sedikit tidak terus-menerus untuk
mempertahankan diri dari habitatnya dan tidak berperan penting dalam proses
metabolisme utama (primer). Berbeda dengan senyawa metabolit primer yang pada
umumnya memberi pengaruh biologi terhadap sel atau organisme tanaman itu
sendiri, metabolit sekunder (MS) memberikan pengaruh biologi terhadap sel atau
organisme lain. Menurut Wink (2010) metabolit sekunder bukanlah produk buangan yang
tak berguna, tetapi perangkat yang penting untuk melawan herbivora dan mikroba.
Senyawa metabolit sekunder banyak sekali jumlahnya. Menurut
Springob dan Kutchan (2009), ada lebih dari 200000 struktur produk alamiah atau
produk metabolit sekunder. Untuk memudahkan, perlu dibuat klasifikasi. Senyawa
metabolit sekunder diproduksi melalui jalur di luar biosinthesa karbohidrat dan
protein. Ada tiga jalur utama untuk pembentukan metabolit sekunder, yaitu 1)
jalur Asam Malonat asetat, 2) Asam Mevalonat asetat dan 3) Asam Shikimat.
a. Jalur Asam Malonat
Senyawa metabolit
sekunder yang dihasilkan melalui jalur asam malonat diantaranya: asam lemak
(laurat, miristat, palmitat, stearat, oleat, linoleat, linolenic), gliserida,
poliasetilen, fosfolipida, dan glikolipida. Tanaman yang menghasilkan senyawa
ini antara lain: Jarak pagar, kelapa sawit, kelapa, jagung, kacang tanah,
zaitun, bunga matahari, kedelai, wijen, kapas, coklat, dan alpukat.
b. Jalur Asam Mevalonat
Senyawa metabolit
sekunder dari jalur ini diantaranya adalah Essential oil, Squalent,
Monoterpenoid, Menthol, Korosinoid, Streoid, Terpenoid, Sapogenin,
Geraniol, ABA, dan GA3.
c. Jalur Asam Sikhimat
Metabolit sekunder
yang disintesis melalui jalur asam shikimat diantaranya adalah Asam Sinamat,
Fenol, Asam benzoic, Lignin, Koumarin, Tanin, Asam amino benzoic dan Quinon.
Pada
tanaman, senyawa metabolit sekunder memiliki beberapa fungsi, diantaranya
sebagai atraktan (menarik serangga penyerbuk), melindungi dari stress
lingkungan, pelindung dari serangan hama/penyakit (phytoaleksin), pelindung
terhadap sinar ultra violet, sebagai zat pengatur tumbuh dan untuk bersaing
dengan tanaman lain (alelopati).
Contoh Tanaman yang Menghasilkan Metabolit
Sekunder
A.
Wijen (Sesamun indicum L.)
Wijen
atau Wars merupakan tumbuhan yang berasal dari Afrika Khatulistiwa yang berada
pada ketinggian 1000 meter dari permukaan laut. Tumbuhan wijen saat ini sudah
banya tersebar, bahkan telah sampai di Indonesia.
1. Klasifikasi
|
Kerajaan:
|
|
|
Sub kerajaan:
|
Tracheobionta
|
|
Super divisi:
|
Spermatophyta
|
|
Divisi:
|
Magnoliophyta
|
|
Kelas:
|
Magnoliopsida
|
|
Sub kelas:
|
Asteridae
|
|
Ordo:
|
Scrophulariales
|
|
Famili:
|
Pedaliaceae
|
|
Genus:
|
Sesamum
|
|
Spesies:
|
Sesamum indicum L.
|
Wijen (Sesamum indicum L. syn. Sesamum
orientalis L.) adalah semak semusim yang termasuk dalam famili Pedaliaceae.
2. Morfologi
a. Biji
Secara morfologi
biji wijen berukuran kecil, oval, dan salah satu ujungnya runcing. Berat 1.000
biji bervariasi yaitu antara 2-4 gram. Kulit biji umumnya halus dan ada
beberapa varietas berkulit kasar. Ada korelasi antara kekasaran kulit biji
dengan kandungan minyak, makin kasar kandungan minyak makin rendah. Kulit biji
semakin tipis, mutu wijen dinilai semakin baik. Warna kulit biji bervariasi
tergantung varietasnya yaitu putih, kuning, cokelat, abu-abu, dan hitam. Warna
kulit biji juga berpengaruh terhadap kandungan air, minyak, albumin,
karbohidrat, serat kasar, dan abu pada bijinya. Koleksi plasma nutfah wijen di
Balittas berat 1.000 bijinya berkisar antara 2-3,5 g, umumnya berkulit halus
dan warna kulit adalah putih, cokelat,dan hitam. (Weiss, 1971).
b. Akar
Akar dari Tanaman
wijen adalah berakar tunggang, pada akar lateralnya tumbuh akar rambut cukup
banyak. Sistem perakaran tanaman wijen berbeda antara varietas yang satu dengan
lainnya. Pada varietas yang tidak bercabang, perakaran cenderung berkembang ke
arah dalam; sedangkan untuk jenis yang bercabang, perakarannya cenderung
menyebar. Selain itu kegenjahan tanaman juga mempengaruhi sistem perakaran.
Tanaman yang berumur genjah perakarannya lebih dangkal daripada tanaman yang berumur
dalam. (Weiss, 1971).
c. Batang
Batang wijen sedikit
berkayu, tumbuh tegak, berlekuk empat, beralur, berbuku-buku, berbulu halus,
dan umumnya bercabang. Berdasarkan tempat kedudukan cabang, wijen dapat
digolongkan menjadi dua macam yaitu: cabang terbentuk mulai dari bawah dan yang
lain terbentuk setelah tanaman agak tinggi. Warna batang dan cabang dari kuning
sampai ungu. (Weiss, 1971).
d. Daun
Daun tanaman wijen
susunannya umumnya berselang-seling, dengan bentuk dan ukuran antara daun
bawah, tengah, dan atas berbeda, panjang antara 3-17,5 cm, lebar 1-7 cm,
panjang tangkai daun 1-5 cm. Daun bawah berhadapan, bcrtangkai panjang,
berbentuk agak lebar, bagian tengah lebar atau seringkali berlekuk, sedangkan
bagian atas berbentuk lanset. Pada permukaan bawah daun berbulu. Kedudukan daun
umumnya menggantung, tetapi ada juga yang tegak dan horisontal. Warna daun
bervariasi dari hijau, hijau tua, sampai hijau keunguan. (Weiss, 1971).
e. Buah
wijen berbentuk kapsul atau polong, dindingnya terdiri dari dua lapisan.
Lapisan luar tersusun dari sel-sel parenkim, dan lapisan dalam tersusun dari
serat-serat panjang. Lokul (ruang polong) adalah tempat kedudukan biji, jumlah
lokul 4 atau 8, tergantung varietasnya. Bentuk dan ukuran kapsul bervariasi,
biasanya yang berlokul 4 lebih panjang dan lebih kecil dari yang berlokul 8. Sifat
kepecahan kapsul bcrbagai varietas berbeda. Jika kapsulnya terlalu mudah pecah,
maka risiko kehilangan hasil akibat terlambat panen sering dialami, karena
setelah buah pecah biji akan keluar dan jatuh. (Weiss, 1971).
3. Kandungan
Beberapa zat yang
ada dalam wijen antara lain gliserida (asam oleat, linoleat, palmitat, stearat,
miristinat), sesamin, sesamolin, sesamol, lignans, pedaliin, planteose,
sitokrom C, protein, prantosa, vitamin A, B1, dan E.
4. Khasiat
a. Pereda
Nyeri.
Pada zaman Rasulullah
SAW, biji wijen pun sudah dikenal bahkan dijadikan obat untuk beberapa gangguan
kesehatan seperti yang dijelaskan dalam hadits berikut ini.
Dari Zaid bin Arqam, Rasulullah Muhammad SAW pernah menggambarkan tentang minyak zaitun, wars atau wijen sebagai obat sakit pinggang. (HR. At-Tirmidzi).
Qatadah menjelaskan, lebih rinci apa yang dimaksudkan dalam hadits tersebut.
"Diusapkan kepada penderita sakit pinggang dari arah yang sakit."
Dari Zaid bin Arqam, Rasulullah Muhammad SAW pernah menggambarkan tentang minyak zaitun, wars atau wijen sebagai obat sakit pinggang. (HR. At-Tirmidzi).
Qatadah menjelaskan, lebih rinci apa yang dimaksudkan dalam hadits tersebut.
"Diusapkan kepada penderita sakit pinggang dari arah yang sakit."
b. Mencerahkan
Wajah.
Dalam buku metode
pengobatan Nabi, BAB MANFAAT WIJEN, dijelaskan bahwa ada hadits shahih yang
menjelaskan bahwa di zaman Rasulullah SAW, para wanita biasanya berhenti
beraktivitas ibadah selama 40 hari ketika nifas. Bahkan diantara para wanita
itu, menggunakan wijen sebagai masker di wajahnya karena berwarna merah
kehitaman. Dengan menggunakan wijen diharapkan mampu mengembalikan kecantikan
wajah para wanita yang sedang nifas tersebut. Kulit wajah yang merah kehitaman
dapat pulih setelah dimasker rutin menggunakan biji wijen yang diolah.
c. Baik
untuk Kulit.
Tanaman wijen tumbuh
baik di daerah panas. Kualitas terbaik dari biji wijen berciri warna merah,
lebut di tangan dan memiliki sedikit gabah.
d. Wijen
juga berguna untuk mengatasi beberapa gangguan kulit seperti gatal-gatal,
eksim, panu,urap dan jerawat di permukaan kulit. Caranya adalah dengan
mengoleskan biji wijen setelah dihaluskan.
e. Wijen
berkhasiat memperbanyak air susu ibu (lactagoga) dan mencegah kanker dan
penuaan.
f. Wijen
juga berkhasiat merawat dan meningkatkan fungsi lever, kecerdasan, stamina, dan
menghitamkan rambut.
B.
Jarak Pagar (Jatropha curcas L.)
Jarak pagar (Jatropha curcas
L., Euphorbiaceae) merupakan tumbuhan semak berkayu yang banyak ditemukan di
daerah tropik. Tumbuhan ini dikenal sangat tahan kekeringan dan mudah
diperbanyak dengan stek. Jarak pagar dapat tumbuh di dataran
rendah sampai ketinggian sekitar 500 meter dari permukaan laut. Curah hujan
yang sesuai untuk tanaman jarak pagar adalah 625 mm/tahun. Akan tetapi, tanaman
jarak pagar juga dapat tumbuh pada daerah dengan curah hujan antara 300 -380
mm/tahun. Suhu yang sesuai untuk tanaman jarak pagar adalah 200 - 260 C. Jarak
pagar dapat tumbuh pada berbagai ragam tekstur dan jenis tanah, baik tanah
berbatu, berpasir, maupun tanah berlempung atau tanah liat. Selain itu jarak
pagar juga dapat beradatpasi pada tanah yang kurang subur atau tanah bergaram,
memiliki drainase baik, tidak tergenang, dan pH tanah 5,0 – 6,5.
1. Klasifikasi
|
Kerajaan:
|
|
|
Divisi:
|
|
|
Kelas:
|
|
|
Ordo:
|
|
|
Famili:
|
|
|
Genus:
|
|
|
Spesies:
|
Jatropha curcas L.
|
Tanaman
jarak pagar tegolong dalam famili Euphorbiaceae, satu famili dengan karet dan
ubi kayu.
2. Morfologi
a. Daun
Daun tanaman jarak
pagar adalah daun tunggal berlekuk dan bersudut 3 atau5. Daun tersebar di
sepanjang batang. Permukaan tas dan bawah daun berwarna hijau dengan bagian
bawah lebih pucat daripada bagian atas. Daunnya lebar dan berbentuk jantung
atau bulat telur melebar dengan panjang 5 -15 cm . helai daun menjari dengan
jumlah 5 – 7 tulang daun utama. Edaunnya dihubungkan dengan tangkai daun.
Panjang tangkai daun antara 4 – 15 cm.
b. Batang
Batang jarak pagar
berkayu, silindris, dan akan mengeluarkan getah bila terluka. Dan bercabang
tidak teratur. Batang berwarna hijau kecoklatan
c. Bunga
Bunga tanaman jarak
pagar adalah bunga majemuk berbentuk malai, berwarna kuning kehijauan,
berkelamin tunggal, serta putik dan benang sari berada dalam satu tanaman.
Bunga betina 4 – 5 kali lebih banyak dari bunga jantan. Bunga jantan maupun
bunga betina tersusun dalam satu rangkaian berbentuk cawan yang tumbuh di ujung
batang atau ketiak daun. Bunganya mempunyai lima kelopak berbentuk bulat telur
dengan panjang kurang lebih 4 mm. benang sari mengumpul pada pangkal dan
berwarna kuning. Bunganya mempunyai lima mahkota berwarna keunguan. Setiap
tandan terdapat lebih dari 15 bunga. Jarak pagar termasuk tanaman monoecious
dan bunganya uniseksual. Kadang kala muncul bunga hermaprodit yang berbentuk
cawan berwarna hijau kekuningan.
d. Buah
Buah yang terdapat
pada tanaman jarak pagar berupa buah kotak berbentuk bulat telur dngan diameter
2 – 4 cm. panjang buah 2 cm dengan ketebalan 1 cm. buah berwarna hijau ketika
muda serta abu abu kecoklatan atau kehitaman apabila sudah masak. Buah jarak
terbagi menjadi tiga ruang, masing masing ruaqng berisi satu biji sehingga
dalam setiap buah terdapat tiga biji.
e. Biji
Biji berbentuk bulat
lonjong dan berwarna cokelat kehitaman. Biji inilah yang banyak mengamndung
minyak dengan rendemen sekitar 30 - 50 % dan mengandung toksin sehingga tidak
dapat dimakan.
f. Akar
Akar jarak pagar merupakan akar tunggang. System perakaran pada tanaman jarak pgar mampu menahan air dan tanah sehingga tahan terhadap kekeringan serta berfungsi sebagai tanaman penahan erosi
Akar jarak pagar merupakan akar tunggang. System perakaran pada tanaman jarak pgar mampu menahan air dan tanah sehingga tahan terhadap kekeringan serta berfungsi sebagai tanaman penahan erosi
3. Kandungan
Berikut ini beberapa
senyawa yang terkandung dalam tanaman jarak dimulai dari akar, batang, getah,
daun hingga bijinya:
a.
Getah Tanaman
Jarak Pagar: mengandung flavonoid dan saponin serta kandungan jatrophie
yang bersifat antijamur.
b.
Pada bagian daun
jarak pagar ditemukan senyawa kaemfesterol, sitosterol, stigmasterol,
amirin dan teraksrol.
c.
Sedangkan pada biji
tanaman jarak ( Jatropha curcas L.) telah ditemukan kandungan
β-glukanase yang memiliki aktivitas antifungi, toksalbumin dan curcin
yang tidak hanya memiliki aktivitas sebagai antifungi, tetapi kandungan kimia
ini juga bermanfaat sebagai antikanker (Ditjenbun, 2007).
d.
Ampas dari Biji
Jarak yang sudah diperas minyaknya mengandung nitrogen, fosfat dan
kalium.
e.
Kulit Batang Jarak Pagar mengandung tanin, malam, resin
dan saponin.
4. Khasiat
a. Keputihan pada lidah bayi
Pada bayi yang
sedang menyusui, biasanya terdapat keputihan yang menempel pada langit-langit
lidah. Hal ini menyebabkan sang bayi enggan untuk menyusui dan berat badannya
cenderung naik. Untuk mengatasinya kita bisa memanfaatkan getah daun jarak
pagar. Biasanya daun jarak yang baru dipetik akan mengeluarkan getah pada
tangkai daunnya. Oleskan getah itu pada lidah bayi dan keputihan akan keluar
bersama air liur.
b. Mengobati radang telinga
Radang telinga bisa terjadi
karena Influensa yang mendadak ditandai suhu badan naik, sakit dalam telinga,
sedikit tuli seperti berdengung. Untuk mengatasinya, ambillah setengah sendok
makan Getah Jarak Pagar lalu diteteskan sebanyak 6 tetes ke dalam telinga anak,
sehari boleh dilakukan 6 kali sampai sembuh.
c. Obat Sakit Gigi Berlubang
Getah jarak bersifat
antimikroba sehingga dapat mengusir bakteri seperti jenis staphylococcus,
Streptococcus dan Escherechia Coli dan dapat digunakan untuk mengatasi sakit
gigi karena gigi berlubang. Caranya dengan mengambil getah jarak menggunakan
kapas, kemudian ditempelkan pada gigi yang berlubang. (Hariyono dan Soenardi,
2005).
d. Obat Sariawan
Patahkan tangkai
dari pohon jarak yang baru dipetik, akan ada sedikit getah yang keluar. Getah
itulah yang langsung dioelskan di bibir yang sedang sariawan. Bila getah belum
keluar, pencet sedikit di ujung tangkainya (Ditjenbun, 2007).
e. Perut Kembung dan Masuk angin
Bila bayi tiba-tiba
mencret dan perutnya kembung akibat masuk angin, ambillah beberapa lembar daun
jarak pagar yang tua. Kemudian disiangi di atas nyala api biar agak layu dan
diolesi minyak kelapa, minyak telon atau kayu putih. Setelah itu ditempelkan
pada bagian bawah perut dan pinggang. Biarkan beberapa jam, biasanya akan
langsung terjadi pembuangan gas dan zat yang tidak berguna dari dalam perut.
f. Susah BAB
Jika Anda mengalami
susah buang air besar, petik 4 helai daun jarak pagar yang segar karena
berfungsi sebagai pencahar ringan. Cuci bersih, kemudian kukus hingga layu dan
di makan daunnya yang sudah di kukus selama 7 hari berturut–turut atau sampai
penyakit sembelitnya berkurang atau hilang.
g. Koreng, Jamur, dan Gatal
Carilah minyak jarak
pagar asli (biasa tersedia di tukang urut). Kemudian dipanaskan terlebih
dahulu. Setelah itu celup dengan kapas dan oleskan pada bagian kulit yang
sakit. Minyak biji jarak tidak boleh tertelan karena mengandung racun yang
berbahaya bagi kesehatan tubuh manusia.
h. Luka dan Pendarahan
Obat Luka : 2 sendok
teh Minyak Jarak Pagar, ¼ sendok the Belerang, sejari tangan kayu Secang /
Cendana, 2 Sendok makan Vaselin, semuanya dipanaskan atau tumis dan aduk
merata, dinginkan sebentar sebelum dioleskan pada luka. Luka baru berdarah bisa
dihentikan langsung dengan Getah Pohon Jarak Pagar karena bersifat Anti Mikroba
seperti Bethadine untuk mengusir Infeksi/Bakteri Staphylococcus, Streptococcus,
dan Escherichia coli.
i. Obat Rematik
Ambil daun Jarak
Pagar yang tua dan segar, di cuci bersih dan di tumbuk halus dengan air
secukupnya. Lumuri bagian tubuh yang terserang rematik atau terkena exim,
gatal, dsb. Atau bisa juga di compress dan biarkan selama beberapa jam lalu
dignti dengan yang baru.
j. Mengobati batuk dan Mengencerkan dahak
Ambillah akar pohon
jarak secukupnya, kemudian dibersihkan dan direbus dengan air 7 gelas sampai
mendidih dan tersisa 2 gelas. Air rebusan tersebut di minum pagi dan sore hari.
Ulangi sampai 3 kali rebusan baru diganti akar yang baru.
DAFTAR PUSTAKA
Anonim.2013.Manfaat Daun Jarak, Biji Buah Jarak dan
Getah Pohon Jarak.http://manfaat buahdaun.blogspot.com/2013/11/manfaat-daun-jarak-biji-buah-jarak-dan.html.
(online) diakses pada 19 April 2014
Anonim.2014.Kandungan dan Manfaat Biji Wijen. http://nangimam.blogspot.com/2014/01/
kandungan-dan-manfaat-biji-wijen.html. (online) diakses pada 19 April 2014
Hatta,
Muhammad.Tanpa Tahun.Metabolit Sekunder
Poliamina pada Tumbuhan. http:// emhatta.wordpress.com/category/metabolit-sekunder/.
(online) diakses pada 18 April 2014
Mariska,
Ika. Dr. Ir.2013.Metabolit Sekunder:Jalur
Pembentukan dan Kegunaannya.http:// biogen.litbang.deptan.go.id/index.php/2013/08/metabolit-sekunder-jalur-pembentukan-dan-kegunaannya/. (online)
diakses pada 18 April 2014
Musafa’,
Kafid Moh.2013.Hibridasi Tanaman Wijen
(Sesamun indicum L).http://k-maal. blogspot.com/2013/02/hibridisasi-tanaman-wijensesamun.html.
(online) diakses pada 19 April 2014
Purnomo,
Eko.2010.Morfologi Jarak Pagar. http://ekyowinnersnews.blogspot.com/2010/02/
morfologi-jarak-pagar.html. (online) diakses pada 19 April 2014
Tidak ada komentar:
Posting Komentar