Kamis, 18 Desember 2014

METABOLIT SEKUNDER PADA TUMBUHAN



Pengertian Metabolit Sekunder
Metabolit sekunder merupakan senyawa yang dihasilkan atau disintesa pada sel dan group taksonomi tertentu pada tingkat pertumbuhan atau stress tertentu. Senyawa ini diproduksi hanya dalam jumlah sedikit tidak terus-menerus untuk mempertahankan diri dari habitatnya dan tidak berperan penting dalam proses metabolisme utama (primer). Berbeda dengan senyawa metabolit primer yang pada umumnya memberi pengaruh biologi terhadap sel atau organisme tanaman itu sendiri, metabolit sekunder (MS) memberikan pengaruh biologi terhadap sel atau organisme lain. Menurut Wink (2010) metabolit sekunder bukanlah produk buangan yang tak berguna, tetapi perangkat yang penting untuk melawan herbivora dan mikroba.
Senyawa metabolit sekunder banyak sekali jumlahnya. Menurut Springob dan Kutchan (2009), ada lebih dari 200000 struktur produk alamiah atau produk metabolit sekunder. Untuk memudahkan, perlu dibuat klasifikasi. Senyawa metabolit sekunder diproduksi melalui jalur di luar biosinthesa karbohidrat dan protein. Ada tiga jalur utama untuk pembentukan metabolit sekunder, yaitu 1) jalur Asam Malonat asetat, 2) Asam Mevalonat asetat dan 3) Asam Shikimat.
a.    Jalur Asam Malonat
Senyawa metabolit sekunder yang dihasilkan melalui jalur asam malonat diantaranya: asam lemak (laurat, miristat, palmitat, stearat, oleat, linoleat, linolenic), gliserida, poliasetilen, fosfolipida, dan glikolipida. Tanaman yang menghasilkan senyawa ini antara lain:  Jarak pagar, kelapa sawit, kelapa, jagung, kacang tanah, zaitun, bunga matahari, kedelai, wijen, kapas, coklat, dan alpukat.
b.    Jalur Asam Mevalonat
Senyawa metabolit sekunder dari jalur ini diantaranya adalah Essential oil, Squalent,  Monoterpenoid, Menthol, Korosinoid, Streoid, Terpenoid, Sapogenin, Geraniol, ABA, dan GA3.
c.    Jalur Asam Sikhimat
Metabolit sekunder yang disintesis melalui jalur asam shikimat diantaranya adalah Asam Sinamat, Fenol, Asam benzoic, Lignin, Koumarin, Tanin, Asam amino benzoic dan Quinon.

Pada tanaman, senyawa metabolit sekunder memiliki beberapa fungsi, diantaranya sebagai atraktan (menarik serangga penyerbuk), melindungi dari stress lingkungan, pelindung dari serangan hama/penyakit (phytoaleksin), pelindung terhadap sinar ultra violet, sebagai zat pengatur tumbuh dan untuk bersaing dengan tanaman lain (alelopati).
Contoh Tanaman yang Menghasilkan Metabolit Sekunder
A.  Wijen (Sesamun indicum L.)
 
Wijen atau Wars merupakan tumbuhan yang berasal dari Afrika Khatulistiwa yang berada pada ketinggian 1000 meter dari permukaan laut. Tumbuhan wijen saat ini sudah banya tersebar, bahkan telah sampai di Indonesia.
1.    Klasifikasi
Kerajaan:
Sub kerajaan:
Tracheobionta
Super divisi:
Spermatophyta
Divisi:
Magnoliophyta
Kelas:
Magnoliopsida
Sub kelas:
Asteridae
Ordo:
Scrophulariales
Famili:
Pedaliaceae
Genus:
Sesamum
Spesies:
Sesamum indicum L.
Wijen (Sesamum indicum L. syn. Sesamum orientalis L.) adalah semak semusim yang termasuk dalam famili Pedaliaceae.
2.    Morfologi
a.    Biji
Secara morfologi biji wijen berukuran kecil, oval, dan salah satu ujungnya runcing. Berat 1.000 biji bervariasi yaitu antara 2-4 gram. Kulit biji umumnya halus dan ada beberapa varietas berkulit kasar. Ada korelasi antara kekasaran kulit biji dengan kandungan minyak, makin kasar kandungan minyak makin rendah. Kulit biji semakin tipis, mutu wijen dinilai semakin baik. Warna kulit biji bervariasi tergantung varietasnya yaitu putih, kuning, cokelat, abu-abu, dan hitam. Warna kulit biji juga berpengaruh terhadap kandungan air, minyak, albumin, karbohidrat, serat kasar, dan abu pada bijinya. Koleksi plasma nutfah wijen di Balittas berat 1.000 bijinya berkisar antara 2-3,5 g, umumnya berkulit halus dan warna kulit adalah putih, cokelat,dan hitam. (Weiss, 1971).
b.    Akar
Akar dari Tanaman wijen adalah berakar tunggang, pada akar lateralnya tumbuh akar rambut cukup banyak. Sistem perakaran tanaman wijen berbeda antara varietas yang satu dengan lainnya. Pada varietas yang tidak bercabang, perakaran cenderung berkembang ke arah dalam; sedangkan untuk jenis yang bercabang, perakarannya cenderung menyebar. Selain itu kegenjahan tanaman juga mempengaruhi sistem perakaran. Tanaman yang berumur genjah perakarannya lebih dangkal daripada tanaman yang berumur dalam. (Weiss, 1971).
c.    Batang
Batang wijen sedikit berkayu, tumbuh tegak, berlekuk empat, beralur, berbuku-buku, berbulu halus, dan umumnya bercabang. Berdasarkan tempat kedudukan cabang, wijen dapat digolongkan menjadi dua macam yaitu: cabang terbentuk mulai dari bawah dan yang lain terbentuk setelah tanaman agak tinggi. Warna batang dan cabang dari kuning sampai ungu. (Weiss, 1971).
d.   Daun
Daun tanaman wijen susunannya umumnya berselang-seling, dengan bentuk dan ukuran antara daun bawah, tengah, dan atas berbeda, panjang antara 3-17,5 cm, lebar 1-7 cm, panjang tangkai daun 1-5 cm. Daun bawah berhadapan, bcrtangkai panjang, berbentuk agak lebar, bagian tengah lebar atau seringkali berlekuk, sedangkan bagian atas berbentuk lanset. Pada permukaan bawah daun berbulu. Kedudukan daun umumnya menggantung, tetapi ada juga yang tegak dan horisontal. Warna daun bervariasi dari hijau, hijau tua, sampai hijau keunguan. (Weiss, 1971).
e.    Buah wijen berbentuk kapsul atau polong, dindingnya terdiri dari dua lapisan. Lapisan luar tersusun dari sel-sel parenkim, dan lapisan dalam tersusun dari serat-serat panjang. Lokul (ruang polong) adalah tempat kedudukan biji, jumlah lokul 4 atau 8, tergantung varietasnya. Bentuk dan ukuran kapsul bervariasi, biasanya yang berlokul 4 lebih panjang dan lebih kecil dari yang berlokul 8. Sifat kepecahan kapsul bcrbagai varietas berbeda. Jika kapsulnya terlalu mudah pecah, maka risiko kehilangan hasil akibat terlambat panen sering dialami, karena setelah buah pecah biji akan keluar dan jatuh. (Weiss, 1971).
3.    Kandungan
Beberapa zat yang ada dalam wijen antara lain gliserida (asam oleat, linoleat, palmitat, stearat, miristinat), sesamin, sesamolin, sesamol, lignans, pedaliin, planteose, sitokrom C, protein, prantosa, vitamin A, B1, dan E.
4.    Khasiat
a.    Pereda Nyeri.
Pada zaman Rasulullah SAW, biji wijen pun sudah dikenal bahkan dijadikan obat untuk beberapa gangguan kesehatan seperti yang dijelaskan dalam hadits berikut ini.
Dari Zaid bin Arqam, Rasulullah Muhammad SAW pernah menggambarkan tentang minyak zaitun, wars atau wijen sebagai obat sakit pinggang. (HR. At-Tirmidzi).
Qatadah menjelaskan, lebih rinci apa yang dimaksudkan dalam hadits tersebut.
"Diusapkan kepada penderita sakit pinggang dari arah yang sakit."
b.    Mencerahkan Wajah.
Dalam buku metode pengobatan Nabi, BAB MANFAAT WIJEN, dijelaskan bahwa ada hadits shahih yang menjelaskan bahwa di zaman Rasulullah SAW, para wanita biasanya berhenti beraktivitas ibadah selama 40 hari ketika nifas. Bahkan diantara para wanita itu, menggunakan wijen sebagai masker di wajahnya karena berwarna merah kehitaman. Dengan menggunakan wijen diharapkan mampu mengembalikan kecantikan wajah para wanita yang sedang nifas tersebut. Kulit wajah yang merah kehitaman dapat pulih setelah dimasker rutin menggunakan biji wijen yang diolah.
c.    Baik untuk Kulit.
Tanaman wijen tumbuh baik di daerah panas. Kualitas terbaik dari biji wijen berciri warna merah, lebut di tangan dan memiliki sedikit gabah.
d.   Wijen juga berguna untuk mengatasi beberapa gangguan kulit seperti gatal-gatal, eksim, panu,urap dan jerawat di permukaan kulit. Caranya adalah dengan mengoleskan biji wijen setelah dihaluskan.
e.    Wijen berkhasiat memperbanyak air susu ibu (lactagoga) dan mencegah kanker dan penuaan.
f.     Wijen juga berkhasiat merawat dan meningkatkan fungsi lever, kecerdasan, stamina, dan menghitamkan rambut.

B.  Jarak Pagar (Jatropha curcas L.)
 
Jarak pagar (Jatropha curcas L., Euphorbiaceae) merupakan tumbuhan semak berkayu yang banyak ditemukan di daerah tropik. Tumbuhan ini dikenal sangat tahan kekeringan dan mudah diperbanyak dengan stek. Jarak pagar dapat tumbuh di dataran rendah sampai ketinggian sekitar 500 meter dari permukaan laut. Curah hujan yang sesuai untuk tanaman jarak pagar adalah 625 mm/tahun. Akan tetapi, tanaman jarak pagar juga dapat tumbuh pada daerah dengan curah hujan antara 300 -380 mm/tahun. Suhu yang sesuai untuk tanaman jarak pagar adalah 200 - 260 C. Jarak pagar dapat tumbuh pada berbagai ragam tekstur dan jenis tanah, baik tanah berbatu, berpasir, maupun tanah berlempung atau tanah liat. Selain itu jarak pagar juga dapat beradatpasi pada tanah yang kurang subur atau tanah bergaram, memiliki drainase baik, tidak tergenang, dan pH tanah 5,0 – 6,5.

1.      Klasifikasi
Kerajaan:
Divisi:
Kelas:
Ordo:
Famili:
Genus:
Spesies:
Jatropha curcas L.
Tanaman jarak pagar tegolong dalam famili Euphorbiaceae, satu famili dengan karet dan ubi kayu.
2.      Morfologi
a.  Daun
Daun tanaman jarak pagar adalah daun tunggal berlekuk dan bersudut 3 atau5. Daun tersebar di sepanjang batang. Permukaan tas dan bawah daun berwarna hijau dengan bagian bawah lebih pucat daripada bagian atas. Daunnya lebar dan berbentuk jantung atau bulat telur melebar dengan panjang 5 -15 cm . helai daun menjari dengan jumlah 5 – 7 tulang daun utama. Edaunnya dihubungkan dengan tangkai daun. Panjang tangkai daun antara 4 – 15 cm.
b. Batang
Batang jarak pagar berkayu, silindris, dan akan mengeluarkan getah bila terluka. Dan bercabang tidak teratur. Batang berwarna hijau kecoklatan
c.  Bunga
Bunga tanaman jarak pagar adalah bunga majemuk berbentuk malai, berwarna kuning kehijauan, berkelamin tunggal, serta putik dan benang sari berada dalam satu tanaman. Bunga betina 4 – 5 kali lebih banyak dari bunga jantan. Bunga jantan maupun bunga betina tersusun dalam satu rangkaian berbentuk cawan yang tumbuh di ujung batang atau ketiak daun. Bunganya mempunyai lima kelopak berbentuk bulat telur dengan panjang kurang lebih 4 mm. benang sari mengumpul pada pangkal dan berwarna kuning. Bunganya mempunyai lima mahkota berwarna keunguan. Setiap tandan terdapat lebih dari 15 bunga. Jarak pagar termasuk tanaman monoecious dan bunganya uniseksual. Kadang kala muncul bunga hermaprodit yang berbentuk cawan berwarna hijau kekuningan.
d. Buah
Buah yang terdapat pada tanaman jarak pagar berupa buah kotak berbentuk bulat telur dngan diameter 2 – 4 cm. panjang buah 2 cm dengan ketebalan 1 cm. buah berwarna hijau ketika muda serta abu abu kecoklatan atau kehitaman apabila sudah masak. Buah jarak terbagi menjadi tiga ruang, masing masing ruaqng berisi satu biji sehingga dalam setiap buah terdapat tiga biji.
e.  Biji
Biji berbentuk bulat lonjong dan berwarna cokelat kehitaman. Biji inilah yang banyak mengamndung minyak dengan rendemen sekitar 30 - 50 % dan mengandung toksin sehingga tidak dapat dimakan.
f.  Akar
Akar jarak pagar merupakan akar tunggang. System perakaran pada tanaman jarak pgar mampu menahan air dan tanah sehingga tahan terhadap kekeringan serta berfungsi sebagai tanaman penahan erosi
3.      Kandungan
Berikut ini beberapa senyawa yang terkandung dalam tanaman jarak dimulai dari akar, batang, getah, daun hingga bijinya:
a.    Getah Tanaman Jarak Pagar: mengandung flavonoid dan saponin serta kandungan jatrophie yang bersifat antijamur.
b.    Pada bagian daun jarak pagar ditemukan senyawa kaemfesterol, sitosterol, stigmasterol, amirin dan teraksrol.
c.    Sedangkan pada biji tanaman jarak ( Jatropha curcas L.) telah ditemukan kandungan β-glukanase  yang memiliki aktivitas antifungi, toksalbumin dan curcin yang tidak hanya memiliki aktivitas sebagai antifungi, tetapi kandungan kimia ini juga bermanfaat sebagai antikanker (Ditjenbun, 2007).
d.   Ampas dari Biji Jarak yang sudah diperas minyaknya mengandung nitrogen, fosfat dan kalium.
e.    Kulit Batang Jarak Pagar mengandung tanin, malam, resin dan saponin.
4.      Khasiat
a.  Keputihan pada lidah bayi
Pada bayi yang sedang menyusui, biasanya terdapat keputihan yang menempel pada langit-langit lidah. Hal ini menyebabkan sang bayi enggan untuk menyusui dan berat badannya cenderung naik. Untuk mengatasinya kita bisa memanfaatkan getah daun jarak pagar. Biasanya daun jarak yang baru dipetik akan mengeluarkan getah pada tangkai daunnya. Oleskan getah itu pada lidah bayi dan keputihan akan keluar bersama air liur.
b. Mengobati radang telinga
Radang telinga bisa terjadi karena Influensa yang mendadak ditandai suhu badan naik, sakit dalam telinga, sedikit tuli seperti berdengung. Untuk mengatasinya, ambillah setengah sendok makan Getah Jarak Pagar lalu diteteskan sebanyak 6 tetes ke dalam telinga anak, sehari boleh dilakukan 6 kali sampai sembuh.
c.  Obat Sakit Gigi Berlubang
Getah jarak bersifat antimikroba sehingga dapat mengusir bakteri seperti jenis staphylococcus, Streptococcus dan Escherechia Coli dan dapat digunakan untuk mengatasi sakit gigi karena gigi berlubang. Caranya dengan mengambil getah jarak menggunakan kapas, kemudian ditempelkan pada gigi yang berlubang. (Hariyono dan Soenardi, 2005).
d. Obat Sariawan
Patahkan tangkai dari pohon jarak yang baru dipetik, akan ada sedikit getah yang keluar. Getah itulah yang langsung dioelskan di bibir yang sedang sariawan. Bila getah belum keluar, pencet sedikit di ujung tangkainya (Ditjenbun, 2007).
e.  Perut Kembung dan Masuk angin
Bila bayi tiba-tiba mencret dan perutnya kembung akibat masuk angin, ambillah beberapa lembar daun jarak pagar yang tua. Kemudian disiangi di atas nyala api biar agak layu dan diolesi minyak kelapa, minyak telon atau kayu putih. Setelah itu ditempelkan pada bagian bawah perut dan pinggang. Biarkan beberapa jam, biasanya akan langsung terjadi pembuangan gas dan zat yang tidak berguna dari dalam perut.
f.  Susah BAB
Jika Anda mengalami susah buang air besar, petik 4 helai daun jarak pagar yang segar karena berfungsi sebagai pencahar ringan. Cuci bersih, kemudian kukus hingga layu dan di makan daunnya yang sudah di kukus selama 7 hari berturut–turut atau sampai penyakit sembelitnya berkurang atau hilang.
g. Koreng, Jamur, dan Gatal
Carilah minyak jarak pagar asli (biasa tersedia di tukang urut). Kemudian dipanaskan terlebih dahulu. Setelah itu celup dengan kapas dan oleskan pada bagian kulit yang sakit. Minyak biji jarak tidak boleh tertelan karena mengandung racun yang berbahaya bagi kesehatan tubuh manusia.
h. Luka dan Pendarahan
Obat Luka : 2 sendok teh Minyak Jarak Pagar, ¼ sendok the Belerang, sejari tangan kayu Secang / Cendana, 2 Sendok makan Vaselin, semuanya dipanaskan atau tumis dan aduk merata, dinginkan sebentar sebelum dioleskan pada luka. Luka baru berdarah bisa dihentikan langsung dengan Getah Pohon Jarak Pagar karena bersifat Anti Mikroba seperti Bethadine untuk mengusir Infeksi/Bakteri Staphylococcus, Streptococcus, dan Escherichia coli.
i.   Obat Rematik
Ambil daun Jarak Pagar yang tua dan segar, di cuci bersih dan di tumbuk halus dengan air secukupnya. Lumuri bagian tubuh yang terserang rematik atau terkena exim, gatal, dsb. Atau bisa juga di compress dan biarkan selama beberapa jam lalu dignti dengan yang baru.
j.   Mengobati batuk dan Mengencerkan dahak
Ambillah akar pohon jarak secukupnya, kemudian dibersihkan dan direbus dengan air 7 gelas sampai mendidih dan tersisa 2 gelas. Air rebusan tersebut di minum pagi dan sore hari. Ulangi sampai 3 kali rebusan baru diganti akar yang baru.

DAFTAR PUSTAKA
Anonim.2013.Manfaat Daun Jarak, Biji Buah Jarak dan Getah Pohon Jarak.http://manfaat buahdaun.blogspot.com/2013/11/manfaat-daun-jarak-biji-buah-jarak-dan.html. (online) diakses pada 19 April 2014
Anonim.2014.Kandungan dan Manfaat Biji Wijen. http://nangimam.blogspot.com/2014/01/ kandungan-dan-manfaat-biji-wijen.html. (online) diakses pada 19 April 2014
Hatta, Muhammad.Tanpa Tahun.Metabolit Sekunder Poliamina pada Tumbuhan. http:// emhatta.wordpress.com/category/metabolit-sekunder/. (online) diakses pada 18 April 2014
Mariska, Ika. Dr. Ir.2013.Metabolit Sekunder:Jalur Pembentukan dan Kegunaannya.http:// biogen.litbang.deptan.go.id/index.php/2013/08/metabolit-sekunder-jalur-pembentukan-dan-kegunaannya/. (online) diakses pada 18 April 2014
Musafa’, Kafid Moh.2013.Hibridasi Tanaman Wijen (Sesamun indicum L).http://k-maal. blogspot.com/2013/02/hibridisasi-tanaman-wijensesamun.html. (online) diakses pada 19 April 2014
Purnomo, Eko.2010.Morfologi Jarak Pagar. http://ekyowinnersnews.blogspot.com/2010/02/ morfologi-jarak-pagar.html. (online) diakses pada 19 April 2014

Tidak ada komentar:

Posting Komentar